Tanggapi Pujian Terang-Terangan Prabowo pada Jokowi, TKN: Pilpres Sudah Selesai


SURATKABAR.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengaku merasa takjub pasangannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 melontarkan pujian kepada Joko Widodo (Jokowi). Tak tanggung-tanggung, Prabowo Subianto memuji rivalnya hingga enam kali.

Menanggapi hal tersebut, seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Selasa (19/2/2019), Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin buka suara. TKN mengapresiasi pujian yang dilayangkan Prabowo kepada capresnya.

“Apresiasi terhadap hasil kinerja yang baik merupakan hal yang normal. Namun dalam debat presiden, tentu itu merupakan pengakuan atas kebijakan Jokowi yang sudah tepat,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, Senin (18/2).

Johnny menilai ada makna yang lebih mendalam dari pujian Prabowo kepada capres petahana. Menurutnya, pujian dari Prabowo mengandung pengakuan murni bahwa Jokowi sangat pantas untuk dipilih kembali sebagai presiden.

“Bagi masyarakat itu juga dimaknai sebagai endorsement bahwa pilpres sudah selesai. Jokowi yang tepat sebagai presiden,” sebut Johnny tegas.

Baca Juga: Pakar Bahasa Tubuh Bongkar Maksud Tersembunyi dari Senyuman Jokowi dan Perubahan Signifikan Gaya Prabowo

Sebelumnya Sandiaga Uno tak memberikan penyangkalan terkait pujian yang ditunjukkan secara terang-terangan oleh Prabowo kepada Jokowi sebanyak enam kali ketika Debat Capres 2019 berlangsung, pada Minggu (17/2) lalu. Sandiaga menyebut ‘The Real Prabowo’ akhirnya menampakkan diri.

“Saya memberikan masukan ke Pak Prabowo, mohon diapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah. Tapi saya nggak menyangka enam kali dia katakan itu. Itu merupakan ‘The Real Prabowo’,” tutur Sandiaga ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Sandiaga mengaku akan mengapresiasi segala hal baik yang berhasil dicapai Pemerintahan Jokowi. “Baik ya diapresiasi yang hadus dikoreksi, yang perlu dikoreksi jangan diartikan itu pesimis. Kalau dia ingin koreksi karena dia cinta Indonesia,” ujarnya.

Adapun satu yang perlu dikritisi kebijakan impor. Sandiaga menilai, kebijakan tersebut tidak pro petani Indonesia. “Impor yang dilakukan pemerintah besar ini tidak hadirkan kesejahteraan petani dan harga juga nggak turun, misalnya. Cenderung fluktuatif dan membebankan masyarakat menengah ke bawah.”

Baginya, calon presiden nomor urut 02 tersebut lebih memilih untuk tak menyerang kubu lawan. Hal ini dinilai memberikan dampak positif di mata masyarakat luas, terutama bagi mereka-mereka yang belum menentukan pilihannya.

“Berdampak positif menurut saya bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan. Berdampak gemesin bagi para pendukungnya, karena kan pendukungnya minta harus diserang. Tapi Pak Prabowo mengatakan bahwa saya ingin menciptakan pemilu ini yang sejuk, pemilu yang damai jangan sampai saling serang,” pungkasnya.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]