Heboh Wanita Probolinggo Ngidam Makan Sabun, Intip Fakta Mengejutkan di Baliknya. Ternyata…


SURATKABAR.ID – Sempat menggemparkan dan menjadi topik perbincangan penghuni jagat maya lantaran aksinya memakan sabun, akhirnya sosok si wanita buka suara. Dan pengakuannya cukup mengejutkan, pasalnya ia sudah mulai makan sabun sejak kehamilan anak pertama.

Menurut pengakuan wanita dalam video viral tersebut, sejak dua tahun lalu ia mulai terbiasa memakan sabun. Dan ternyata ia tidak sungguh-sungguh melahap serta mengunyah sabun. Ia mengatakan dirinya hanya menjilat dan mengulum sabun tersebut.

“Dulu ngidam makan sabun Mas, tapi karena keseringan jadinya kebiasaan,” jelas wanita berjilbab yang diketahui bernama Mubarokatul Hosi’ah tersebut ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi, pada Sabtu (16/2) lalu.

Melihat hobinya yang cukup aneh, wajarkah seorang ibu hamil makan sabun? Di bawah ini beberapa fakta menarik mengenai ngidam yang terbilang sangat tidak wajar tersebut, seperti dihimpun dari laman Detik.com, Sabtu (16/2/2019):

Tidak Terlalu Langka

Memang terdengar janggal, tapi rupanya makan sabun bukan hal baru. Menurut catatan Detik.com, kasus serupa sudah sering ditemukan. Selain sabun, beberapa benda lain yang bukan makanan seperti besi hingga semen disebut bisa menjadi pilihan tak biasa bagi para wanita hamil yang ngidam.

Baca Juga: Gila! Demi Janji, Pria Ini Makan Ayam Goreng dengan Sabun Colek. Akibatnya Fatal

Diperkirakan, setidaknya 1 dari 12 ibu hamil mengalami ngidam memakan sesuatu yang tak selazimnya mereka makan. Adapun kondisi memakan benda-benda selain makanan seperti ini disebut dengan sindrom pica.

Bukan Hal yang Lazim

Meskipun sindrom pica wajar terjadi dan dialami beberapa ibu hamil, sebenarnya kondisi seperti ini malah jauh lebih banyak dialami anak-anak. Bahkan diperkirakan sebanyak 25 hingga 30 persen anak mengalami sindrom ini.

Masih Tak Diketahui Penyebab Pastinya

Ada banyak faktor yang disebutkan dapat mempengaruhi ngidam. Mulai dari budaya hingga pengaruh lingkungan sekitar. Namun pada kasus satu ini belum ada yang mengetahui secara pasti faktor apa yang sampai menyebabkan timbulnya pica.

Beberapa teori menghubungkannya dengan ketidakseimbangan biokimia di dalam tubuh penderita. Seperti salah satunya adalah kekurangan zat besi atau iron. Namun banyak yang menentang teori ini. Alasannya yang sering terjadi adalah pica justru memicu kekurangan zat besi.

Risiko Keracunan Tinggi

Karena sabun memiliki sifat alkali atau basa, memakan sabun tentu dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Seperti diketahui, di dalam lambung ada cairan asam yang akan terganggu akibat sabun yang basa. Ditambah tingginya risiko keracunan jika dalam sabun ada kandungan toksik.

Mengapa Sabun yang Dipilih?

Dari sekian banyak macam benda yang menjadi pilihan para penderita pica, sabun bisa dibilang sangat ekstrem. Selain memiliki risiko tinggi, tak ada yang bisa membayangkan seperti apa rasanya jika memakan sabun.

Bahkan Hosi’ah yang sudah selama 2 tahun menjilat dan mengulum sabun ini juga mengaku jika ia hanya merasakan pahit ketika memenuhi ngidamnya yang aneh tersebut. “Baunya harum. Pengen nyoba rasanya, ternyata pahit,” ungkapnya.