Terbaru! Inilah Sederet Temuan Polisi di Balik Penetapan Joko Driyono sebagai Tersangka


SURATKABAR.ID – Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor sepak bola oleh polisi. Menurut kepolisian, ia diduga dengan sengaja melakukan perusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor.

Adapun penetapan status tersangka terhadap Joko, seperti dihimpun dari laman Detik.com pada Minggu (17/2/2019), kali pertama disampaikan oleh Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono.

Kombes Argo Yuwono menyebutkan bahwa sejak Kamis (14/2) lalu, status Joko Driyono ditingkatkan sebagai tersangka. “Ya (sudah tersangka), sejak Kamis,” jelas Argo ketika dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut, pada Jumat (15/2) lalu.

Joko terancam jeratan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Di dalam pasal-pasal tersebut pada intinya menjelaskan soal tindakan pencurian dengan pemberatan atau pengerusakan barang bukti yang sudah dipasangi police line.

“Perusakan barang bukti,” ujar Argo lebih lanjut.

Baca Juga: Penangkapan Mbah Putih Hingga Peran Johar, Inilah Fakta-Fakta Teranyar Kasus Suap dan Pengaturan Skor

Diketahui, polisi juga mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan surat pemanggilan ke Joko Driyono. Menurut rencana, pemeriksaan akan dilakukan pada Senin (18/2) pekan depan. Berikut ini sejumlah temuan polisi terkait dengan penetapan tersangka terhadap Joko Driyono:

Berawal dari Keterangan 3 Tersangka

Status tersangka Joko ditetapkan atas dugaan tindak perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Adapun keterangan dugaan tersebut disebutkan polisi dikumpulkan dari pengakuan 3 tersangka sebelumnya.

Mereka adalah Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, serta Abdul Gofur. Ketiga tersangka ini memberikan pengakuan di hadapan aparat bahwa aksi perusakan barang bukti kasus pengaturan skor dilakukan di bawah perintah orang lain.

“Berangkat dari pemeriksaan tiga tersangka tersebut, kemudian dari Satgas Antimafia menemukan ada tersangka baru lagi, karena ini adalah sebagai pelaku. Tentu 3 pelaku itu memiliki aktor intelektual itulah yang dalam proses pemeriksaan satgas menemukan saudara J, atau Jokdri (dan ) ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Praswtyo dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2) kemarin.

Jokdri Diduga Aktor Intelektual Perusakan Barang Bukti

Tersangka Joko Driyono, disebutkan polisi, merupakan aktor intelektual dalam aksi perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor. Adapun hal tersebut masih ada kaitannya dengan dugaan Joko sebagai sosok yang memberikan perintah kepada 3 tersangka sebelumnya untuk merusak barang bukti.

“Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perisakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen-dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah, ini aktor intelektualnya Saudara Jokdri (Joko Driyono),” tutur Dedi.

“(Tiga orang tersangka) sebagai pesuruhnya saja. Ada yang sebagai driver pribadi, staf, dan OB. Itu minggu kemarin ditetapkan tersangka. Jadi TKP yang dirusak sudah disegel, sudah di-police line, sudah jadi perhatian polisi,” tambahnya.

Ditemukan 75 Item Barang Bukti di Apartemen Joko

Satgas Antimafia Bola juga telah melakukan penggeledahan unit apartemen yang ditempati Joko Driyono, yakni Apartemen Taman Rasuna Tower 9 Lantai 18 Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (14/2) malam. Dan hasilnya, dilakukan penyitaan terhadap 75 item barang bukti. Setelah diaudit justru semakin menguatkan bukti untuk ditetapkan Joko sebagai tersangka.

“Ada 75 item barbuk (barang bukti) yang berhasil disita oleh satgas, dari 75 item itu dilakukan audit tambah menguatkan bukti-bukti pendukung dalam rangka menetapkan J sebagai tersangka,” ujar Dedi tegas.

Jadi Tersangka ke-15 dalam Kasus Pengaturan Skor

Dalam kasus dugaan pengaturan skor, Joko Driyono menjadi tersangka ke-15. Namun polisi masih membuka kemungkinan adanya tersangka-tersangka lain dalam kasus ini. “Sama Jokdri (Joko Driyono) jadi 15,” ungkap Dedi.

“Nanti sangat tergantung hasil pemeriksaan dari satgas dan audit barbuk. Kita sudah lakukan penyitaan di beberapa lokasi, kantor PSSI, Komisi Disiplin, dan termasuk di kantor dan kediaman Saudara J sendiri. itu akan diaudit terus,” pungkasnya.