Ahok Diisukan Akan Mengganti Ma’ruf Amin, Jokowi: Tidak Mungkin


SURATKABAR.IDMengenai isu bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menggantikan Ma’ruf Amin apabila lolos dalam pemilihan presiden 2019, calon presiden inkumben Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara. Menurutnya, hal itu ialah fitnah yang tidak mungkin terjadi.

“Tidak mungkin. Lah kita baru menuju pada yang namanya pileg dan pilpres. Jangan diganggu fitnah-fitnah seperti itu,” tegas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/02/2019), demikian mengutip reportase Tempo.co.

Menurut Presiden Jokowi, rumor yang demikian itu sangat tidak mendidik. Ia pun lantas meminta agar kontestasi pilpres tidak diganggu dengan berbagai fitnah. Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengadukan Harian Indopos ke Dewan Pers atas berita yang berjudul Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?”.

Diketahui bahwa berita tersebut dimuat di Koran Indopos edisi Rabu (13/02/2019).

Mengutip temuan wartawan Tempo, didapatkan versi online Koran Indopos edisi Rabu (13/02/2019). Di halaman dua kolom Nasional koran terkait, tercantum berita yang berjudul “Ahok Gantikan Ma’ruf Amin” lengkap dengan grafis Prediksi 2019-2024.

Baca juga: Wow! Pidato Grace Natalie Ini Dinilai Sebagai Sindiran Tajam untuk Jokowi

Ada lima tahap skenario yang tertulis. Tahap 1, Jokowi-Ma’ruf terpilih, kemudian Ma’ruf berhenti dengan alasan kesehatan. Tahap 2, diangkatlah Ahok sebagai Wakil Presiden lantaran kursi RI-2 kosong.

Memasuki Tahap 3, setelah Ahok diangkat, Jokowi mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Tahap 4, Ahok menjadi Presiden RI dan diangkatlah Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai wakil presiden.

Tahap 5, Ahok dan Hary Tanoe yang sama-sama berasal dari suku Tionghoa menjadi RI-1 dan RI-2.

Koran terkait mengungkap sumber prediksi ini berasal dari rumor yang beredar di media sosial, setelah masuknya Ahok menjadi kader PDI Perjuangan. Koran itu juga mengutip pendapat netizen kebanyakan yang menyebut jika Jokowi-Ma’ruf menang di Pilpres 2019, maka Ma’ruf Amin yang saat ini usia 75 tahun bisa saja berhalangan tetap. Contohnya seperti sakit atau meninggal dunia. Dan penggantinya kemudian ialah Ahok.

Dalam berita tersebut, ada bantahan dari Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily dan politikus PDIP Eva Kusuma Sundari perihal ketidakmungkinan isu tersebut. Berita itu juga mengutip opini Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang menilai mungkin saja hal itu terjadi lantaran kedekatan Ahok dengan Jokowi.

Ada pun Pemimpin Redaksi Indopos, Juni Armanto, mengatakan Indopos membuka ruang sebesar-besarnya pada TKN Jokowi-Ma’ruf agar dapat menyampaikan klarifikasinya. Ia mengklaim sebelumnya sudah berkomunikasi dengan TKN melalui Ratna yang disebutnya merupakan salah seorang anggota dari tim Ketua TKN, Erick Thohir.

Akan tetapi saat ini, usai mengetahui bahwa medianya dilaporkan ke Dewan Pers, Juni Armanto menuturkan pihaknya akan bertanggung jawab. Pihaknya akan menghadapi. Ia berharap melalui Dewan Pers semuanya dapat berjalan lancar dan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.