Wow! Pidato Grace Natalie Ini Dinilai Sebagai Sindiran Tajam untuk Jokowi


SURATKABAR.ID – Sodik Mudjahid selaku Ketua DPP Partai Gerindra menuturkan partainya tidak merasa tersindir atas pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Sebelumnya Grace Natalie menyinggung perihal kaum nasionalis gadungan di dalam pidatonya. Menurut penilaian Sodik, pidato tajam Grace justru ditujukan untuk menyindir Presiden Joko Widodo dengan tegas.

“Dia dengan tegas menyindir Jokowi yang pernah mengatakan ‘Aku NKRI, Aku Pancasila’, tapi aset negara dijual,” tandas Sidik melalui pesan singkat kepada awak media, (13/02/2019). Demikian sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (14/02/2019).

“Ketua PSI mulai mengerti dan paham tentang politik dan pemerintahan,” bebernya.

Sodik pun lantas memberi contoh lain. Dia mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran meningkat. Akan tetapi, tenaga kerja asing khususnya dari China malah sangat banyak ditemui di Indonesia.

Sodik lalu melanjutkan, pemerintah juga tidak berani menyampaikan protes kepada pemerintah China ketika kelompok Muslim Uighur dianiaya.

Baca juga: Prabowo Subianto: Insya Allah 17 April, Kita Lihat Kebangkitan Bangsa

“Diskiriminasi hukum yang tajam ke lawan dan tumpul kepada kawan,” kata Sodik.

Sodik menyebut Pemerintahan Jokowi juga telah mengambil langkah yang merugikan terhadap perusahaan nasional. Terutama berkaitan dengan misi pembangunan infrastruktur yang selama ini digalakkan.

“Kebijakan penanganan proyek infrastruktur yang menyebabkan banyak bangkrutnya perusahaan konstruksi swasta nasional,” tukas Sodik.

“Jadi itu bukan untuk Gerindra atau oposisi tapi untuk Jokowi dan kabinetnya,” tandasnya kemudian.

Sebelumnya, Grace Natalie berpidato di acara Festival 11 Yogyakarta di Jogja Expo Center pada Senin malam (11/02/2019). Pidatonya itu berjudul Musuh Utama Persatuan Indonesia yang di dalamnya menyinggung soal kaum nasionalis gadungan.

Grace mengimbuhkan, nasionalis gadungan ialah musuh persatuan bangsa. Kata Grace, ciri nasionalis gadungan adalah partai politik yang tidak berbuat apapun ketika ada kasus-kasus intoleransi di masyarakat.

“Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota. Itu nasionalis gadungan,” papar Grace kemudian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jansen Sitindaon. Menurut penilaiannya, nasionalis gadungan yang diucapkan Grace Natalie lebih cocok ditujukan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

Grace mengatakan nasionalis gadungan ialah partai yang mengaku nasionalis namun acuh tak acuh ketika ada kasus intoleransi. Contohnya kasus Meliana di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

“Jika mengikuti logika Grace di pidatonya ini, kekuasaan sekarang ya memang harus diganti. Karena Nasionalisme yang mengelola negara sekarang kan gadungan,” sahut Jansen melalui siaran pers, Rabu (13/02/2019).

Lebih lanjut, Jansen mengingatkan kepada Grace bahwa kasus intoleransi yang menimpa Meliana terjadi di era kepemimpinan Jokowi. Bahkan, imbuhnya, Jokowi tidak berbuat apapun atau diam saja sewaktu Meliana dipersekusi hingga diberikan hukuman 18 bulan penjara oleh Pengadilan.

“Jadi nampar Jokowi, Presiden yang dia dukung sendiri pidato Grace itu. Artinya kalau mengikuti pidato Grace ini Presiden sekarang nasionalismenya berarti gadungan dong?” sebut Jansen.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.