Ani Yudhoyono Berjuang Melawan Leukimia, Kenali Sejak Dini Pemicunya


SURATKABAR.ID – Ani Yudhoyono yang merupakan Mantan Ibu Negara RI saat ini masih terus berjuang melawan kanker darah/ Leukimia. Kini, Ani Yudhoyono tengah mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura. Anak, menantu hingga suami tercinta yang juga Presiden Ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih terus mendoakan yang terbaik untuk Ani Yudhoyono yang tengah jatuh sakit tersebut.

“Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita,” tulis Annisa Pohan, menantu Ani Yudhoyono yang merupakan istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di akun Instagramnya, Kamis (14/02/2019). Demikian melansir TribunStyle.com.

Annisa Pohan juga mengutip Qur’an Surat At Taubah ayat 40. Ia mengunggahnya demi menghibur dan menguatkan ibunda mertua, Ani Yudhoyono agar terbebas dari kanker darah/ leukimia.

Adapun sehari sebelumnya SBY menitip pesan permintaan doa khusus untuk kesembuhan Ani Yudhoyono kepada seluruh lapisan masyarakat Tanah Air.

Assalamualaikum Wr Wb

Baca juga: Viral Foto Ani Yudhoyono Saat Masih Gadis, Netizen: Cantiknya Masya Allah!

Salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya cintai.

Saat ini saya berada di Singapura mendampingi Ibu Ani dalam pengobatan dan perawatan kesehatan di negeri ini. Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah. Dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National Universtity Hospital Singapura.

Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasaNya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwi Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air.

Pada kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, utamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ibu Ani.

Saya juga menyampaikan terimia kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Termasuk yang melalui media sosial.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu sodara sekalian.

Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi.

Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini.

Meskipun saya amat mengetahui, Ibu Ani adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan termasuk ketika kami bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun saya mengemban tugas memimpin indonesia dulu.

Namun, bagaimanapun, saya Ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik.

Demikianlah pernyataan saya hari ini, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua.

wassalamualaikum. 

SBY 

Sementara itu, putra tercinta pertama Ani Yudhoyono, yakni Agus Harrimurti Yudhoyono (AHY) juga melayangkan permintaan doa. Berikut ini permintaan doa sebagaimana dikutip dari Instagram:

Teman-teman yang baik,

Ibunda kami tercinta, Ibu Ani Yudhoyono (Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo) saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif di National University Hospital, Singapura. 

Saya dan keluarga besar memohon doa dari teman-teman, agar Ibu Ani dapat diberi kesembuhan dari sakit Kanker Darah, dan dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air.

Saya ucapkan terima kasih, kepada semua pihak yang sudah memberi atensi, dukungan dan doa baiknya selama ini untuk Ibu Ani.

Insya Allah, itu semua akan menjadi kekuatan bagi Ibu Ani dalam perjuangannya melawan sakit yang dideritanya.

Sekali lagi, mohon doa untuk kami sekeluarga. Saya juga mendoakan semoga teman-teman senantiasa diberkahi kesehatan lahir dan batin. 

View this post on Instagram

Teman-teman yang baik, Ibunda kami tercinta, Ibu Ani Yudhoyono (Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo) saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif di National University Hospital, Singapura. Saya dan keluarga besar memohon doa dari teman-teman, agar Ibu Ani dapat diberi kesembuhan dari sakit Kanker Darah, dan dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air. Saya ucapkan terima kasih, kepada semua pihak yang sudah memberi atensi, dukungan dan doa baiknya selama ini untuk Ibu Ani. Insya Allah, itu semua akan menjadi kekuatan bagi Ibu Ani dalam perjuangannya melawan sakit yang dideritanya. Sekali lagi, mohon doa untuk kami sekeluarga. Saya juga mendoakan semoga teman-teman senantiasa diberkahi kesehatan lahir dan batin. Tetap Semangat Memo @aniyudhoyono Salam, AHY

A post shared by Agus Yudhoyono (@agusyudhoyono) on

3 Jenis Kanker Darah: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

Kanker berawal sewaktu sel-sel di dalam tubuh mulai tumbuh tak terkendali. Kanker darah ialah jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dalam tubuh.

Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi. Ada 3 jenis kanker darah yang paling umum. Apa saja dan bagaimana gejalanya?

Dalam dunia medis, kanker darah disebut juga sebagai kanker hematologi. Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukimia, limfoma, dan myeloma.

Masing-masing jenis kanker ini nyatanya menyerang bagian darah yang berbeda, sehingga mungkin memunculkan gejala yang berbeda, dan membutuhkan pengobatan yang juga mungkin berbeda.

1. Leukimia

Leukimia merupakan jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi.

Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh. Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.

Kanker leukimia kemudian dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yakni akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati.

Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas. Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:

  • Anemia
  • Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku
  • Mudah jatuh sakit karena infeksi
  • Nyeri sendi atau di area tulang belakang
  • Nafsu makan dan berat badan menurun drastis
  • Berkeringat berlebih di malam hari
2. Myeloma

Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.

Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting. Selain sel plasma, sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah lainnya.

Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:

  • Anemia
  • Sering mengalami perdarahan dan memar
  • Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah
  • Rentan mengalami infeksi
  • Gangguan atau kerusakan ginjal
  • Kaki bengkak

Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah paling umum kedua setelah leukimia.

3. Limfoma

Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit ialah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Fungsi limfosit yang tak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yakni: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins. Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:

  • Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
  • Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul darah dalam tinja atau muntah
  • Haid dengan volume darah yang berlebihan

Limfoma yaitu jenis kanker darah yang tidak umum. Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C.

Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya.

Apakah pengobatannya juga beda?

Ya. Setiap jenis kanker darah mungkin membutuhkan terapi dan lama durasi pengobatan yang berbeda.

Umumnya dokter dapat menentukan jenis pengobatan kanker leukimia yang paling tepat setelah mengamati riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik dasar untuk memastikan jenis kanker mana yang diidap.

Pilihan pengobatan kanker darah terdiri dari kemoterapi, terapi biologis untuk penguatan sistem imun, terapi target, terapi radiasi, transplantasi sel induk, transplantasi sumsum tulang, dan resep obat kortikosteroid seperti prednisone atau dexamethasone.

Tergantung juga dari seberapa luas penyebaran sel kankernya, pasien mungkin membutuhkan kombinasi dari beberapa pilihan pengobatan terkait.

Apabila Anda curiga mengalami gejala-gejala kanker darah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat. Ingat, semakin cepat mendeteksi dan mengobati kanker maka peluang sembuh totalnya pun semakin tinggi.