Menangis Penuh Sesal Sudah Suap 4 Anggota DPRD, Bos PT BAP Beri Pengakuan di Kursi Pesakitan


SURATKABAR.ID – Managing Director PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Suradja sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (13/2), mengaku menyesalan telah memberi suap pada empat anggota DPRD Kalimantan Tengah.

“Terus terang saya sangat menyesal dengan perbuatan yang saya lakukan ini, dan ternyata perbuatan sudah menjadi kasus. Akhirnya merepotkan Yang Mulia Majelis, Pak Jaksa, dan KPK. Saya tidak terbayang bisa seperti ini, saya menyesal tidak akan melakukan lagi,” kata Edy, dikutip dari Detik.com.

Duduk di bangku pesakitan, Edy Saputra Suradja, Direktur Operasional Sinar Mas V Wilayah Kalteng Willy Agung Adipradhana, dan Departement Head Document and License Perkebunan Kalimantan Tengah-Utara PT BAP Teguh Dudi Syamsuri, sebagai terdakwa.

Bukan hanya Edy saja, pada kesempatan tersebut Willy juga mengungkapkan penyesalannya lantaran telah melakukan perbuatan tercela tersebut. Padahal ia merupakan sosok yang mengemban tanggung jawab untuk memenuhi segala kebutuhan hidup keluarganya.

“Saya sungguh menyesal. Saya menyesal karena ini baru pertama kali. Saya sebatang kara, saya menyesal dan masih mempunyai tanggungan keluarga,” ujar Willy di tengah-tengah isak tangisnya di depan majelis hakim.

Baca Juga: Kelanjutan Terbaru Terkait Suap Dana Hibah KONI, KPK Panggil Menpora

Demikian juga terdakwa lain, Teguh Dudy yang menangis penuh penyesalan karena perbuatannya. Ia mengaku telah menyebabkan kerugian yang sangat besar kepada semua pihak berkaitan dengan perkara yang menjeratnya.

“Jujur saya sangat menyesal, mengakui salah. Jujur saya sangat menyesal karena perbuatan saya merugikan semua pihak. Terlebih orangtua saya,” kata Teguh Dudy sembari menangisi perbuatannya dengan penuh rasa sesal.

Jaksa KPK mendakwa Edy Saputra Suradja telah melakukan penyuapan sebesar Rp 240 juta kepada Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan, serta Anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah.

Bersama dengan Direktur Operasional Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah Willy Agung Adipradhana dan juga Teguh Dudi Syamsuri, Edy Saputra Suradja didakwa melakukan penyuapan tersebut. PT BAP sendiri disebut dalam dakwaan sebagai anak usaha dari Sinar Mas Group.

Ada pun tujuan suap tersebut diberikan para terdakwa adalah untuk membuat DPRD Kalimantan Tengah tak menggelar rapat dengan pendapat mengenai adanya dugaan pencemaran limbah di Danau Sembuluh.