Gereja Ini Gempar Karena Ada Deretan Angka di Hati Ayam


SURATKABAR.ID – Gereja Sonaf Neka Huilelot di Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak gempar akibat suatu kejadian baru-baru ini. Ketenangan yang biasanya ada mendadak pecah. Semua itu dikarenakan oleh ditemukannya deretan angka dan huruf pada hati ayam yang baru dipotong untuk dikonsumsi. Bagaimana kisahnya?

Menukil Detik.com, Rabu (13/02/2019), peristiwa ini terjadi pada Senin (11/02/2019) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, jemaat dan pendeta tengah melaksanakan rapat tahunan gereja. Akan ada jamuan makan di dalam rapat tahunan tersebut.

Hingga tiba-tiba, salah seorang kaum ibu dari seksi konsumsi datang bergegas dari dapur. ia tergesa-gesa menuju ruang gereja tempat rapat digelar. Dia lalu menyampaikan ada tulisan aneh di hati ayam yang hendak dimasaknya. Semua orang lantas beranjak dari kursinya untuk melihat hati ayam yang dimaksud.

Mereka semua lantas terperanjat sewaktu diperlihatkan sebuah hati ayam. Di hati ayam berwarna kemerahan itu, tampak jelas deretan angka dan huruf berwarna hitam.

“Saya awalnya nggak percaya. Begitu kita ke sana lihat, semua kaget. Ibu-ibu yang masak di belakang bilang mereka sudah cuci berulang-ulang, itu tetap ada tulisan. Jadi sudah mereka lari ke depan dari pintu samping panggil kita,” tukas Ketua Unit Pembantu Pelayan Kaum Ibu Gereja Sonaf Neka Huilelot, Rosalin Radjakale, saat dikontak melalui telepon, Selasa (12/02/2019).

Baca juga: Tragis! Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Ternyata Begini Mitos Jembatan Merah di Kebon Raya Bogor

“Ada yang bilang (huruf dan angka di hati ayam) 10D2E01. Kalau yang katong lihat 10DSE01, terus ada angka 2020 di bawahnya. Ada yang bilang seperti bahasa Yunani. Masing-masing punya versi lah,” sambungnya bercerita.

Seperti yang diungkapkan Rosalin, dia awalnya kurang percaya. Rosalin pun sempat bertanya kepada tim konsumsi apakah sebelumnya ada yang meletakkan hati ayam itu di tempat tertentu sehingga huruf dan angka tercetak di hati ayam itu. Namun dengan yakin tim konsumsi menjawab, sejak ayam dibelah, sudah ada tulisan dan angka itu.

Rosalin lalu menyebutkan, ada dua ekor ayam yang hendak dimasak untuk konsumsi rapat gereja. Namun, dari dua ekor ayam itu, hanya satu yang di hatinya terdapat tulisan dan angka. Hati ayam itu pun akhirnya disimpan. Dua ekor ayam tadi tetap dilanjutkan dimasak untuk dikonsumsi. Namun saat itu, menurutnya, hanya sebagian orang yang mau makan lantaran takut.

Pertanda Baik atau Bencana?

Rosalin mengimbuhkan memang ada banyak penafsiran soal huruf dan angka di hati ayam ini. Ada yang mengaitkannya dengan pertanda baik, ada pula yang mengaitkan dengan bencana.

“Semua pakai versi masing-masing. Katong pikir dengar masing-masing punya pikiran gimana saya nggak tahu karena baru pertama terjadi. Ada yang bilang ada pertanda buruk, ada yang baik. Saya tidak tahu ini rahasia apa,” tukasnya kemudian.

“Kita bawa saja dalam doa karena kita tidak tahu ini rahasia apa. Waktu itu, setelah kejadian tersebut, sebelum jamuan makan bersama sempat didoakan kejadian itu,” lanjut Rosalin menguraikan.

Hati ayam itu pun akhirnya disimpan di kulkas lantaran tak ada yang mau mengkonsumsi. Rencananya, hati ayam itu akan dikuburkan saja.