Viral Kisah Jenazah yang Ditandu 60 KM, Warga Rampi Ungkap Kekecewaan Mendalam pada Jokowi


SURATKABAR.ID – Kisah jenazah Renti Tenta yang terpaksa harus ditandu sejauh 60 kilometer beberapa waktu lalu sukses menggemparkan jagat media sosial. Menanggapi hal tersebut warga Rampi menyuarakan protes menusuk teruntuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti yang sebelumnya diberitakan, melansir dari laman Tribunnews.com, pada Selasa (12/2/2019), warga Tedeboe, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bernama Renti Tenta harus ditandu melalui medan berat sejauh 60 Km lantaran akses yang terbatas.

Jenazah Renti diboyong menggunakan tandu ketika dipulangkan dari Rumah Sakit Andi Djemma, Masamba, pada Rabu (6/2) lalu. Ia dibawa dengan berjalan kaku dari Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan menuju rumahnya di Desa Tedeboe, Kecamatan Rampi.

Masamba dan Tedeboe memang sama-sama berada di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Akan tetapi akses jalannya harus melalui Poso, Sulawesi Tengah. Awalnya, jenazah Renti dibawa menggunakan mobil ambulans dari Masamba, Sulawesi Selatan, ke Lore Selatan, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Miris! Ditolak Ambulans, Jenazah Nenek Ini Dipikul Bergantian Sejauh 13 Km

Kemudian dari Lore Selatan, Sulawesi Tengah, jenazah Renti harus dibawa menggunakan tandu oleh warga. Mereka menggotong tandu dengan berjalan kaku sejauh 60 KM untuk menuju ke Desa Tedeboe, Sulawesi Selatan.

Bukan jalanan beraspal yang mereka lalui. Warga menyusuri jalan setapak di hutan. Mereka menghabiskan kurang lebih selama 18 jam dalam perjalanan. Hal tersebut menjadi satu-satunya pilihan, karena memang akses jalan tak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Jika ingin ke Masamba, ibukota kabupaten, warga harus merogoh kantong dalam-dalam untuk membayar harga mahal transportasi kendaraan roda dua yang berupa ojek. Menurut keterangan warga setempat, untuk jasa ojek, mereka harus mengeluarkan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

Roy Pathibang, perwakilan dari warga Rampi, sekaligus orang yang mengambil rekaman jenazah Renti dibawa menggunakan tandu, memberikan pengakuan mengejutkan. Kejadian ini bukanlah kali pertama mereka membawa jenazah menggunakan tandu dan melalui jalur terbatas.

Ia menyebut, setidaknya kisah serupa telah terjadi sekitar 10 kali. Oleh karena itu, warga Rampi pun berharap kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Joko Widodo, untuk lebih memperhatikan mereka yang masih terisolir di pedalaman. Mereka hanya ingin mendapat akses yang layak.

“Kami di Rami kurang tersentuh pembangunan, warga pun menyebut mereka “Belum Merdeka” karena kurangnya perhatian pemerintah,” ujar Roy yang kemudian menyebut warga merasa adanya ketimpangan pembangunan akses jalan di kota-kota besar dengan di daerah.

“Padahal di kota-kota besar sudah ada akses jalan, tapi terus dilakukan pembangunan dan ditingkatkan pembangunannya. Sementara kami yang ada di pelosok hanya memerlukan akses sekitar 60 KM tak diperhatikan,” ungkap Roy lebih lanjut.

Keberhasilan Pemerintahan Jokowi dalam membangun jalan tol di berbagai wilayah di Indonesia bahkan sukses menumbuhkan kecemburuan bagi warga Rampi. “Pak Presiden bangun jalan tol di Jawa, kami juga ingin dibuatkan akses jalan, tapi tak diperhatikan,” tuturnya.