Setelah Digigit Ular, Seorang Pria Gigit Istrinya. Ini yang Kemudian Terjadi


SURATKABAR.ID – Seorang pria yang tinggal di Negara Bagian Bihar, India, dilaporkan tewas usai digigit seekor ular berbisa. Ular tersebut menggigit pria yang diketahui bernama Shankar Rai ketika tengah terlelap di tempat tinggalnya di Distrik Samastipur, sekitar 96 km di utara Patna.

Begitu pagi menjelang, seperti yang dihimpun dari laman Kompas.com pada Selasa (12/2/2019), kondisi Rai semakin memburuk. Karena menyadari hidupnya tak lama lagi akan berakhir, ia kemudian menggenggam tangan sang istri, Amiri Devi.

Kepada istri tercintanya, Rai mengungkapkan bahwa ia ingin kembali dipersatukan dalam kematian. Dan dilansir Kompas dari India Today via Newsweek pada Senin (11/2/2019),  pria tersebut langsung menggigit pergelangan tangan Amiri. Ia berharap racun ular dalam tubuhnya ikut berpindah ke istrinya.

Menurut laporan, keduanya tak sadarkan diri ketika ditemukan. Tetangga yang menemukan tubuh pasangan suami istri ini bergegas melarikan mereka ke rumah sakit. Namun malang, hanya Rai seorang yang dinyatakan tewas.

Amiri sendiri dikabarkan berhasil lolos dari maut. Ketika ditanyai mengapa ia tak melarang suaminya menggigit pergelangan tangannya, ia mengaku sengaja membiarkan sang suami melakukan hal tersebut karena ingin mati bersama.

Baca Juga: Seekor Ular Piton Terpaksa Dioperasi Karena Telan Benda Ini

“Shankar mengatakan dia sangat mencintai saya sebelum dia menggenggam pergelangan tangan saya dan menggigitnya,” ungkap Amiri ketika dimintai konfirmasi.

Dokter lokal yang menangani pasangan suami istri tersebut mengungkapkan mengapa pihaknya tak berhasil menyelamatkan keduanya sekaligus. Amiri bisa selamat lantaran mendapatkan penanganan medis di waktu yang tepat.

Profil Kesehatan Nasional India, seperti yang dikutip Deccan Herald mencatat, setidaknya 1.000 orang tewas karena gigitan ular berbisa sepanjang tahun 2017. Sekitar 90 persen kasus kematian disebabkan oleh ular yang termasuk dalam kategori ‘Big Four’, yakni krait, kobra, viper russel, dan viper sisik gergaji.

Untuk menangani masalah ini, Jurnalis Medis Inggris (BMJ) mengusulkan India segera membuka pusat pengumpulan bisa ular di setiap wilayah. Ravikar Ralph dari Christian Medical College di Vellore menyebut, 70 – 80 persen korban tewas sebelum sempat mendapatkan perawatan medis.

Ia mengungkapkan pusat pengumpulan bisa ular di Negara Bagian Tamil Nadu tak terbukti efektif. Pasalnya, racun ular dari spesies yang sama bisa berbeda. “Sebaiknya pusat pengumpulan racun tidak hanya diisi oleh anti-bisa, tetapi juga melatih stafnya menangani efek dari penangkal tersebut,” ujarnya.