Sekelompok Hakim Serempak Bergaya ‘Salam Dua Jari’, Ketua PN Jakarta Pusat: Itu Pistol


SURATKABAR.ID – Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Yanto buka suara menanggapi sesi foto bersama sekelompok hakim di institusinya. Meski membenarkan hal tersebut, namun ia dengan tegas membantah bahwa pose di dalam foto mengarah pada dukungan salah satu calon presiden.

Seperti yang dihimpun dari laman Detik.com, pada foto tersebut para hakim terlihat serempak berpose sambil mengacungkan dua jari, yakni telunjuk dan jempol. Seperti yang diketahui, simbol dua jari adalah ciri khas dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Itu Pak Ansori (hakim di PN Jakpus) kan dapat SK (pindah tugas), ngajak foto. Itu kan ada gaya jempol dan genggam juga begitu,” jelas Yanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, untuk dimintai konfirmasi, pada Senin (12/2).

Yanto mengungkapkan, para hakim dalam foto tersebut tengah bergaya seperti memegang pistol. Karena itu, ia menegaskan pose ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan salam dua jari politik. “Ini pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga,” tegas Yanto.

Foto tersebut rupanya diambil 3 bulan yang lalu. Ketika itu mereka beramai-ramai berfoto lantaran salah satu hakim ada yang mendapat SK untuk pindah tugas ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Dan sebagai kenang-kenangan, mereka memutuskan berfoto bersama sebelum berpisah.

Baca Juga: Dianggap Tidak Netral Lantaran Foto Pose Dua Jari, Bu Endang Dipanggil Bawaslu

“Minta foto kenang-kenangan dan foto gaya bebas dan tidak ada kata-kata apa. Kok keluar sekarang kurang lebih 3 bulan yang lalu?” seloroh ketua majelis yang menangani kasus mega korupsi Setya Novanto tersebut.

Ia mengaku sangat keberatan jika foto tersebut kini dipermasalahkan dan justru dihubung-hubungkan dengan politik. “Itu di lantai 5 di depan ruang kerja mereka mau sidang. Pak Ansori mau pindah ke PN Bengkulu, itu foto lama kenapa didramatisir sekarang,” tukas Yanto.

“Jadi foto lama Pak Ansori sudah pindah kurang lebih 3 bulan lalu,” tegas pria yang kemudian sekali lagi menegaskan tidak ada tendensi politik dalam pose pada foto bareng tersebut. “Itu hoaks, itu foto lama dan gaya bebas,” pungkas Yanto dengan tegas.