Jumlah Perceraian Meningkat, Daerah Ini Dibanjiri Janda Muda


SURATKABAR.ID – Sebanyak 454 perkara perceraian tercatat telah diputus pada 2018 oleh Pengadilan Agama (PA) Tanjung Redeb. Dari jumlah itu, sekitar 200 pasangan telah dikabulkan perceraiannya. Menurut informasi, meningkatnya kasus perceraian di Bumi Batiwakkal itu dipengaruhi oleh faktor perselingkuhan dan ekonomi. Alhasil, daerah tersebut dibanjiri janda muda.

Ada pun untuk mayoritas pasangan yang bercerai, rata-rata usianya ialah 31 hingga 50 tahun. Kemudian disusul oleh usia 26-30 tahun, lalu usia 21-25, dan yang paling sedikit adalah pasangan bercerai yang usianya 17-20 tahun.

“Pada 2017, tidak jauh berbeda angkanya, juga hampir mencapai angka 200 pasangan yang dikabulkan bercerai,” tukas Panitera Muda Hukum, PA Tanjung Redeb, Kaspul Asrar, sebagaimana dilansir dari Berau Post (Jawa Pos Grup), JawaPos.com, Senin (11/02/2019).

Kaspul Asrar juga mengimbuhkan, bila dibandingkan dengan tahun ini, perkara perceraian dari segi usia didominasi perkawinan usia muda. Ada pun untuk rata-rata usianya adalah 18 tahun.

“Sekitar 70 persen janda muda, untuk kasus cerai periode Januari 2019. Sisanya janda tua. Meningkat tidaknya, bisa dilihat Desember nanti, ” sebutnya kemudian.

Baca juga: Geger! Artis Cantik Ini Lepas Hijab Setelah Batal Menikah dengan Anggota DPRD

Lebih Banyak Cerai Gugat

Diketahui sebelumnya, kasus perceraian yang terjadi ditangani PA Tanjung Redeb, dalam satu tahun terakhir lebih banyak cerai gugat (permohonan istri) dibandingkan dengan cerai talak (permohonan suami).

Menukil data yang diperoleh Berau Post dari Pengadilan Agama Berau, disebutkan pada 2018 jumlah kasus perceraian yang diterima mencapai 510 kasus yang terdiri dari cerai talak 133, dan cerai gugat 377 kasus. Lalu pada Januari 2019, sudah ada sebanyak 118 kasus yang diterima oleh PA, terdiri dari cerai talak 24 dan cerai gugat 94 kasus.

Kaspul menyebutkan, kasus perceraian yang terjadi di Berau, banyak disebabkan karena faktor perselisihan yang berbuntut pada pertengkaran secara terus menerus. Disusul kasus cerai lantaran salah satu pihak meninggalkan pasangannya keluar kota. Kemudian faktor ekonomi, dan terakhir akibat salah satu pasangan terjerat kasus narkoba.

Pertengkaran dalam rumah tangga itu terjadi karena kehadiran pihak ketiga (perselingkuhan), sedangkan yang bercerai karena narkoba, disebabkan oleh salah salah satu pangan seperti suami terjerat kasus narkoba dan dipenjara.

Sementara, Panitera PA Tanjung Redeb, Anwar Kubra juga memaparkan bahwa semakin tingginya jumlah wanita yang berstatus janda di Berau, terlihat dari banyaknya cerai gugat yang hingga tahun ini sudah mencapai 94 perkara, dibanding cerai talak hanya 24 perkara. Dari jumlah kasus yang masuk ke PA, mayoritas pasangan tak bersedia dimediasi.

“Angka janda bisa dilihat dari banyaknya angka kasus cerai gugat, belum lagi ditambah dari angka cerai talak. Januari tahun ini saja sudah ada 118 kasus cerai yang masuk ke Pengadilan Agama,” tutupnya.