Muchdi Pr Membelot ke Kubu Jokowi-Ma’ruf, Ketua DPP Partai Berkarya Menjawab


SURATKABAR.ID – Anggota Majelis Tinggi yang sekaligus merupakan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono (Muchdi Pr) menyatakan dukungannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia memutuskan mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Hal tersebut, dilansir dari Kompas.com pada Senin (11/2/2019), terkuak berkat sebuah video. Di dalam video tampak Muchdi menghadiri acara silaturahim Presiden Joko Widodo bersama para purnawirawan TNI-Polri yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, Minggu (10/2) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 1.000 perwakilan purnawirawan TNI dan Polri juga mendeklarasikan dukungan mereka kepada pasangan calon presiden-calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang buka suara. Ia dengan tegas mengatakan bahwa langkah yang diambil Muchdi tersebut sifatnya pribadi dan sama sekali bukan atas nama Partai Berkarya.

Andi mengungkapkan bahwa hingga saat ini partainya tetap pada pendirian semula, yakni mendukung penuh pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga: 3 Orang Ini Nekat Acungkan 2 Jari Saat Jokowi Pidato, Langsung Dibeginikan Polisi

“Itu adalah dukungan pribadi, bukan dukungan atas nama Partai Berkarya walaupun posisi Pak Muchri di Berkarya sebagai Anggota Majelis Tinggi (pendiri) dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya,” jelas Andi melalui keterangan tertulis, pada Minggu (10/2).

Oleh karena itu, Andi mengimbau kepada seluruh kader dan juga caleg untuk lebih fokus dalam memenangi pemilu legislatif (Pileg). Dengan begitu, Partai Berkarya dapat melalui ambang batas untuk lolos ke parlemen (parliamentary threshold/PT) sebanyak 4 persen.

“Siapa pun presiden terpilih, partai wajib lolos PT 4 persen tingkat nasional sehingga fokus perjuangan lewat parlemen sebagai mitra pemerintah adalah yang utama,” tegas Andi.

Muchdi Pr, sebelum memutuskan pindah ke Partai Berkarya merupakan salah satu petinggi partai besutan Prabowo Subianto, Gerindra. Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara tersebut tercatat turut mendirikan Gerindra bersama Prabowo dan juga Fadli Zon.

Selain itu, pada tahun 2008, Muchdi pernah berstatus sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir. Namun pada Rabu (31/12/2008), berdasarkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muchdi bebas. Pasalnya ia tak terbukti secara sah melakukan tindak pidana yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa Munir.