Ngaku Didukung Umat Islam, PKS Tegas Tolak RUU Penghapusan Kejahatan Seksual, Kenapa?


SURATKABAR.ID – Mardani Ali Sera selaku Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS menyebutkan alasan partainya menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PK-S). Mardani mengungkapkan hal ini dalam pertemuan di Dewan Da’wah Islamiyah Pusat Indonesia (DDII), Sabtu (09/02/2019)), di Keramat Raya, Jakarta.

Ia memaparkan, sebagaimana dikutip dari laporan JPNN.com, Minggu (10/02/2019), sikap PKS itu juga didukung Persaudaraan alumni (PA) 212. Tak hanya itu, berbagai kalangan umat Islam pun ikut memberikan dukungan.

“Insyaallah, PKS secara tegas menolak draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,” ujar Mardani yang juga wakil ketua Komisi II DPR.

Ia pun lantas mengungkapkan beberapa penyebab mengapa pihaknya menolak RUU tersebut. Antara lain karena PKS merupakan partai Islam yang akan selalu memperjuangkan dan mendukung UU yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan sesuai norma-norma agama.

Lebih Dukung RUU Penghapusan Kejahatan Seksual

Putra Betawi itu lalu melanjutkan bahwa PKS lebih mendukung adanya RUU Penghapusan Kejahatan Seksual, bukan Penghapusan Kekerasan Seksual.

Baca juga: Kena Bayar Rp 30 Miliar ke Fahri Hamzah, Presiden PKS Akan Ajukan PK

“Kami menganggap saat ini di Indonesia lebih memenuhi kriteria ‘darurat kejahatan seksual’ di masyarakat, sehingga UU anti kejahatan seksual lebih urgent,” tegasnya.

Mardani Ali Sera yang juga merupakan Legislator dari Dapil Jakarta Timur itu memaparkan betapa daruratnya kejahatan seksual saat ini. Terutama di era informasi dan digital yang bebas seperti sekarang. Itulah sebabnya, PKS ingin fokus RUU tidak melebar ke isu-isu di luar kejahatan seksual.

“Fokus hanya pada tindak kejahatan seksual, yaitu p*emerkosaan, penyiksaan seksual, penyimpangan perilaku seksual, pelibatan anak dalam tindakan seksual dan inses,” tandasnya kemudian.

PA 212 Dukung PKS

Lebih lanjut, mengutip OkeZone.com, Persaudaraan Alumni (PA) 212 serta berbagai kalangan umat Islam minta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dalam pertemuan di Dewan Da’wah Islamiyah Pusat Indonesia (DDII), Sabtu (09/02/2019) di Keramat Raya, Jakarta.

Pesan tersebut disampaikan PA 212 pesan kepada Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS, Mardani Ali Sera.

“Insya Allah ibu-ibu, PKS secara tegas menolak draf RUU P-KS,” tutur Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga mengungkapkan beberapa alasan menolak RUU P-KS.

“Kami Partai Islam yang akan selalu memperjuangkan dan mendukung undang-undang yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan sesuai norma-norma agama, jadi kami tegaskan menolak RUU ini,” tegasnya kemudian.

Harapan Mardani, semakin banyak partai yang bersama PKS menolak undang-undang yang tidak mencerminkan nilai Pancasila dan agama, “Ibu-ibu mohon doakan kami, PKS akan bisa sesuai target menang dengan minimal 12 persen kursi di Parlemen, sehingga kami bisa lebih banyak berbuat untuk membatu serta mengadvokasi aspirasi masyarakat,” bebernya.