Dilarang Istana, Para Kiai dan Habaib Batal Pose 1 Jari Ketika Foto Bareng Jokowi


SURATKABAR.ID – Usai menerima kunjungan dari para kiai dan habaib se-Jadetabek, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para peserta untuk berpose bersama di tangga Istana Merdeka. Para kiai dan habaib serentak mengacungkan pose satu jari sebelum sesi foto dimulai.

Seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Kamis (7/2/2019), Jokowi beserta para kiai dan habaib berjalan bersama-sama dari Istana Negara menuju ke tangga Istana Merdeka sebelum sesi foto. Selama mereka berjalan terdengar salawat dilantunkan.

Ketika Jokowi dan kiai-habaib tiba di tangga Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, beberapa peserta ada yang sempat mengangkat satu jari atau jempol. Namun kemudian Asisten Ajudan Presiden Inspektur Satu Syarif memberi peringatan melalui pengeras suara.

Syarif mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir untuk tak berpose dengan satu jari atau yang merujuk pada simbol-simbol lain. Begitu sesi foto dimulai, pose pun diganti menjadi melambaikan tangan secara berjamaah.

Baca Juga: Dianggap Tidak Netral Lantaran Foto Pose Dua Jari, Bu Endang Dipanggil Bawaslu

Pada kesempatan tersebut, Jokowi yang juga merupakan calon presiden nomor urut 01 mengajak para kiai-habaib per wilayah untuk berfoto bersama. Sesi foto yang digelar pada Kamis (7/2) tadi berlangsung sekitar kurang lebih 15 menit.

Sebelum sesi foto, Presiden Jokowi sempat membicarakan tentang semakin gencarnya serangan fitnah dan juga berita-berita bohong (hoaks) ketika bertemu dengan tokoh ulama. Jokowi pun tak lupa menitipkan pesan untuk bersama-sama saling membantu menjaga persatuan.

Dukungan Ulama Jatim untuk 02

Puluhan ulama yang terhimpun dalam Forum Habaib, Kiai, dan Masyayikh Jawa Timur serentak menyatakan dukungannya untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka menilai hanya Prabowo-Sandiaga lah yang layak untuk menjadi pemimpin nasional.

Adapun pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Istigasah dan Sikap Politik Menghadapi Pilpres 2019 yang digelar di kediaman KH Abdulloh Syaukat Siroj, di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (12/1) lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain KH Abdulloh Syaukat Siroj, KH Fuad Noerhasan dari Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, KH Hasib Wahab Shasbullah dari Jombang, KH Hasyim Yusuf dari Jombang, dan KH Luthfi Bashori dari Malang.

“Istigasah ini bukan kampanye. Saya menyampaikan salah dari para beliaunya (Prabowo-Sandiaga) tak bisa hadir di acara ini. Pak Sandi sedang berada di Solo hadiri acara. Istigasah saat ini intinya marilah kita bijak untuk memilih pemimpin yang punya ketegasan. Nah, Pak Prabowo-Sandi menurut kami pas,” ujar KH Hasib Wahab Chasbullah dalam sambutannya, dikutip dari Detik.com, Sabtu (12/1/2019).

“Mari kita doakan agar Pak Prabowo-Sandi menang pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Karena kami melihat bahwa Pak Prabowo ini pemimpin yang ikhlas,” imbuhnya dalam acara yang juga dihadiri oleh Indra Uno, kakak kandung dari cawapres Sandiaga Uno.