Bantu Kejaksaan, KPK Tangkap Buron Koruptor yang Rugikan Negara Rp 106,8 M


SURATKABAR.ID – Bersama tim intelijen Kejaksaan Tinggi Bali, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lancarkan penangkapan buronan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Lampung bernama Sugiarto Wiharjo alias Alay. Diungkapkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sugiarto berhasil ditangkap sekitar pukul 15.40 WITA, Rabu (6/2/2019).

Mengutip Kompas.com, Kamis (07/02/2019), Sugiarto ditangkap di sebuah restoran hotel di daerah Tanjung Benoa, Bali. Ia dibekuk saat sedang makan bersama keluarga.

“Kejaksaan Agung RI telah menerbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang) atas nama Sugiarto Wiharjo sejak tahun 2015 dan saling berkoordinasi antar penegak hukum Polri dan KPK untuk mencari dan menemukan keberadaan terpidana,” beber Febri dalam keterangan tertulis, pada Rabu malam (06/02/2019).

Diketahui sebelumnya, setelah mendapatkan permintaan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Lampung pada Mei 2017 silam, KPK bantu memfasilitasi.

“Selama masa pencarian, terpidana selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan identitas berbeda,” tambahnya kemudian.

Baca juga: Murka! Novel Baswedan Mengutuk Penyerangan 2 Petugas KPK di Hotel Borobudur Jakarta

Dan rupanya, tak hanya Sugiarto saja. Tim gabungan masih mencari buron lain, yakni mantan Bupati Lampung Timur Satono.

Febri melanjutkan, Sugiarto bersama Satono telah divonis bersalah melakukan korupsi bersama-sama dan berlanjut, serta merugikan keuangan negara Rp 106,8 miliar. Keduanya tersangkut kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lampung Timur.

Sugiarto divonis 18 tahun penjara dalam kasus ini. Sementara Satono divonis 15 tahun penjara.

“KPK memperingatkan agar DPO Satono segera menyerahkan diri ke Kejaksaan RI untuk menjalani pidananya. Bagi masyarakat yang mengetahui Informasi tentang keberadaan Satono agar dapat menginformasikan pada kantor kepolisian setempat, menghubungi Kejaksaan, atau menghubungi Call Center KPK 198,” beber Febri.

Febri menilai kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas KPK dan Kejaksaan dalam penanganan kasus korupsi. Ia berharap sinergitas ini terus berlanjut demi menghasilkan dampak positif dalam pemberantasan korupsi di tanah air.