Dianggap Tidak Netral Lantaran Foto Pose Dua Jari, Bu Endang Dipanggil Bawaslu


SURATKABAR.ID – Endang Sri Sundari dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang, pada Senin (4/2). Alasannya, pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota (Pemko) Malang ini berfoto dengan pose mengacungkan dua jari.

Endang, seperti yang diwartakan JPNN.com pada Rabu (6/2/2019), dituding tidak netral lantaran diduga mendukung salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Malang Hamdan Akbar Safara mengungkapkan, adapun terkait pemanggilan tersebut adalah untuk meminta klarifikasi. Apakah pose Endang dalam foto tersebut merupakan inisiatif pribadi berupa dukungan salah satu paslon atau bukan.

Apabila benar merupakan bentuk dukungan, maka Endang terbukti telah melakukan pelanggaran undang-undang. “Jika memang hal itu bentuk dukungan terhadap paslon, berarti terduga sebagai ASN telah melanggar undang-undang,” jelas Hamdan.

Untuk diketahui, pada Minggu (20/1) lalu, Endang berfoto bersama politisi dari Partai Berkarya Titik Soeharto. Dan dalam foto tersebut, Endang mengacungkan dua jari. Gaya tersebut seolah-olah bentuk dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga: Foto Pribadinya Pakai Ikat Kepala #2019GantiPresiden Tersebar Luas, Dokter PO Buka-Bukaan

Sebelumnya, pegawai negeri sipil (PNS) di RSUD Ade M Djoen Sintang, Kalimantan Barat, Dr Poncoroso SpOG MKes (Dokter PO) juga harus memenuhi panggilan Bawaslu lantaran foto dirinya ketika mengenakan ikat kepala bertulis #2019GantiPresiden tersebar luas.

Menanggapi hal tersebut, dihimpun dari JPNN.com, Jumat (1/2/2019), dokter PO buka suara. Ia dengan tegas mengatakan memang sosok yang ada di dalam foto yang akhirnya viral itu memang dirinya. Namun kemudian ia menjelaskan bahwa sebenarnya foto itu merupakan foto pribadinya.

“Saya dipanggil Bawaslu terkait foto yang viral itu. Kita sebagai warga negara yang baik, tentu patuh memenuhi undangan itu untuk memberikan keterangan,” ujar dokter PO, Rabu (30/1) pagi. “Saya kira memang tidak ada yang harus diklarifikasi, karena memang foto itu foto saya,” imbuhnya.

“Sebenarnya itu foto pribadi, saya juga tidak tahu kenapa bisa beredar di media sosial,” jelas pria yang kemudian menyebutkan dirinya ingin perubahan. “Sebagai warga negara, tentunya dari hati saya ingin ada perubahan,” tegas dokter PO.