Agum Gumelar: Kalau Tidak Suka pada Pemerintah Jangan Lantas Mendukung Gerakan Radikal


SURATKABAR.ID – Menurut Agum Gumelar selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, adalah hal lumrah jika ada perbedaan mengenai pilihan politik menjelang Pilpres 2019. Akan ada pihak yang mendukung kubu pesaing atau oposisi. Sementara yang lainnya akan lebih mendukung calon petahana yang tengah memerintah.

Seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Rabu (06/02/2019), Agum mengatakan kondisi tersebut dapat menciptakan kelompok yang kesannya tak suka dengan pemerintah. Dan itu, imbuhnya, merupakan hal yang wajar.

Meski begitu, Agum juga meminta agar rasa tidak suka tersebut tidak disalurkan untuk mendukung gerakan radikal.

“Kalau memang tidak suka kepada pemerintah itu wajar, ada pro ada kontra, ada suka ada tidak suka. Tapi jangan dong kalau tidak suka kepada pemerintah lantas disalurkan dengan mendukung gerakan radikal. Itu keliru besar,” tandas Agum dalam acara deklarasi Relawan Bravo Cijantung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (05/02/2019).

Radikal yang dimaksudkan Agum adalah sikap pikir kelompok atau seseorang yang ingin mengubah NKRI dan Pancasila.

Baca juga: Pedas! Ketua PPP Tuding Kubu Prabowo-Sandiaga Nista Ulama, Soal Apa?

Agum melanjutkan, NKRI dan Pancasila adalah hasil jerih payah, keringat dan darah para pejuang. Tak ada satu pun pihak yang boleh mengganti NKRI maupun Pancasila.

Jika ada seorang atau kelompok yang mengancam keutuhan bangsa dan dasar negara karena pilihan politik, maka seluruh pasangan capres dan cawapres harus bertindak.

“Kita harus hadapi ancaman ini, harus kita bela Pancasila. Semua komponen bangsa apakah 01 apakah 02,” tegas Agum kemudian.

Agum mengimbuhkan, perbedaan pilihan politik ini hanya bersifat sementara. Perbedaan itu akan berakhir di saat pilpres usai.

“Begitu pilpres berakhir tidak ada lagi perbedaan, hormati apapun yang jadi keputusan demokrasi. Itulah dewasa dalam berdemokrasi,” tandas Agum kemudian.

Diketahui, Anggota Wantimpres Agum Gumelar menghadiri acara deklarasi putra-putri Cijantung kepada pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. Mengutip reportase Tirto.ID, acara terkait ikut dihadiri oleh warga kompleks Cijantung yang mayoritas berasal dari keluarga TNI.

Saat menyinggung sikap orang-orang yang kontra dengan Jokowi dalam beberapa tahun terakhir, Agum Gumelar yang merupakan Jenderal TNI (Purn) ini mengaku tidak masalah dengan orang-orang yang membenci pemerintah. Asalkan jangan sampai rasa ketidaksukaan itu disalurkan dengan mendukung gerakan radikal.

Jangan ‘Berjualan Agama’ dalam Kampanye

Lebih lanjut, Agum menilai Jokowi layak memimpin Indonesia selama dua periode. Menurutnya, hal itu dikarenakan Jokowi orangnya merakyat, sederhana, tidak arogan dan bisa menjadi kepala pelayan masyarakat.

Agum menambahkan, sifat Jokowi juga tidak berubah sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden RI.

“Setelah 4 tahun [jadi] presiden tidak ada perubahan. Dia tetap seperti itu. Biasanya seorang jadi pemimpin mengubah sikap sifat tabiat orang. Kalau ini saya rasa Pak Jokowi tetap seperti itu. Ini yang membuat saya sayang,” tutur Agum.

Ia juga berpesan kepada pendukung Jokowi-Maruf agar menggunakan etika dalam memenangkan pasangan nomor urut 01 itu di Pilpres 2019. Jangan juga ‘berjualan agama’ dalam kampanye, tukasnya.

Sebagai contoh Agum mengimbuhkan, ada kelompok yang menyebut pendukung pasangan A bisa dikategorikan kafir. Sementara bagi mereka yang tidak memilih pasangan B akan masuk neraka. Menurut Agum, hal itu tidak baik bagi Tanah Air Indonesia.

“Itu tidak mendidik rakyat kita, itu membodohi rakyat kita. Eh seseorang diputuskan masuk surga atau neraka bukan oleh manusia, bukan oleh seorang Kapolri, seorang panglima TNI seorang Gubernur, bukan seorang kiai, bukan seorang ustaz, bukan seorang pendeta bukan seorang biksu. Yang menentukan seseorang masuk surga atau neraka adalah Yang Maha Kuasa di atas sana,” tegas Agum.

“Jadi please deh jangan membodohi rakyat,” ungkapnya kemudian.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.