Benarkah Mengajak Orang Golput Bisa Dipidana? Ini Komentar Mengejutkan Mahfud MD


    SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan komentar tentang golongan putih atau golput. Ia menilai golput merupakan bentuk ekspresi dan sikap masing-masing personal yang diperbolehkan.

    Namun demikian, seperti yang diwartakan Tempo.co pada Senin (4/2/2019), Mahfud MD menegaskan bahwa menyerukan atau mengajak orang lain untuk ikut golput sangatlah bertentangan dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

    “Kalau menyerukan orang lain golput itu tidak boleh. Itu melanggar. Ada undang-undangnya yang melarang itu,” ujar Mahfud MD dengan tegas usai menjadi pembicara dalams eminar yang digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, pada Senin (4/2) kemarin.

    Menurutnya, mengambil sikap untuk golput merupakan hak dari masing-masing orang. Akan tetapi dengan kita mengajak orang lain bersama-sama golput sudah termasuk sebagai tindakan menghalangi orang lain memberikan suara dan pendapatnya.

    “Kalau saya sendiri mengajak Anda untuk memilih, kalau tidak memilih rugi,” ujarnya.

    Baca Juga: Saat Golput Kian Digemari Warga Dunia dan Indonesia

    Semakin mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, semakin banyak baik organisasi maupun kelompok masyarakat yang justru mendeklarasikan golput. Mereka dengan tegas menyatakan tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam pilpres pada April mendatang.

    Contoh keinginan golput disuarakan oleh pegiat LGBT. Mereka mendeklarasikan diri untuk golput tak berselang lama usai calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma’ruf Amin untuk mendampinginya sebagai wakil. Pasalnya, menurut mereka, Ma’ruf Amin merupakan sosok yang sangat tak ramah pada LGBT.

    Dan yang paling baru, kelompok milenial yang mengatasnamakan dirinya Saya Milenial Golput (SMG) ikut-ikutan mendeklarasikan golput. Namun itu semua belum termasuk aksi golput dari kelompok aktivis yang memiliki ribuan pengikut di akun-akun media sosial.

    Makin maraknya golput rupanya membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU), selaku penyelenggara pemilihan umum (pemilu) memberikan perhatian khusus. Mereka mengambil langkah dengan meningkatkan kampanye di media sosial guna menekan angka golput.

    Data KPU menyebutkan dari 192 juta Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019, sekitar 40 persen atau 77 juta pemilih merupakan pemilih pemula atau kaum milenial. Apabila mereka sampai golput, jumlahnya akan jauh lebih banyak ketimbang suara yang direbutkan dua pasangan capres-cawapres 2019.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]