Soal Utang Rp 10 M, Farhat Abbas Mengaku Suami Elza Syarief


SURATKABAR.ID – Pengacara Elza Syarief, Roni Sapulete, yang dipercaya untuk menjalin komunikasi dengan Farhat Abbas terkait masalah uang sebesar Rp 10 miliar. Ketika ditemui, mantan suami Nia Daniaty tersebut mengeluarkan penyataan yang sangat mengejutkan kepada Roni Sapulete.

Ketika diminta untuk segera menyelesaikan masalah keuangan yang memang merupakan hak dari Elza Syarief senilai Rp 10 miliar, seperti yang diwartakan Tempo.co pada Minggu (3/2/2019), Farhat Abbas malah mengaku dirinya adalah suami dari Elza Syarief.

“Dia bilang dia suami Bu Elza. Aduh, saya kaget. Suami dari mana? Suami nutah, itu bahasa dia,” jelas Roni Sapulete dalan konferensi pers yang digelar di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (31/1) lalu.

Sebenarnya pengakuan Farhat Abbas sebagai suami mutah dari Elza Syarief telah dikemukakan pada pengujung 2018 lalu. Roni Sapulete menduga bahwa pengakuan yang dilontarkan Farhat hanya merupakan upaya licik pengacara kelahiran 1976 tersebut untuk lepas dari tanggung jawabnya.

“Dia sampaikan ke saya itu akhir 2018 kemarin. Waktu saya bertemu dia, waktu itu berkaitan pengembalian uang itu,” jelas Roni Sapulete lebih lanjut.

Baca Juga: Blak-Blakan! Farhat Abbas Bongkar Hubungan Angel Lelga dan Fiki Alman Sebenarnya, Bukan Perselingkuhan Tapi…

lza Syarief sendiri sebenarnya sempat menempuh jalur kekeluargaan sebelum mengambil langkah di jalur hukum. Namun sayangnya, ketika itu Farhat Abbas dinilai tak memiliki itikad baik untuk segera menyelesaikan tanggung jawab berupa utang sebesar Rp 10 miliar tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (1/2) lalu, Elza Syarief melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan juga penggelapan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” jelas Argo Yuwono yang kemudian mengatakan pengacara Elza Syarief, yakni Asnawi Patandjengi, yang mewakilkan Elza untuk membuat laporan di Direktorat Reserse Kriminal Umum, pada Kamis lalu.

Argo menyebutkan, dalam laporan bernomor TBL/540/1/2019/PMJ/DIT Reskrimum disebutkan bahwa Farhat Abbas meminjam uang sebesar Rp 10 miliar kepada Elza. Adapun uang tersebut digunakan Farhat untuk membeli apartemen, mobil, dan juga membayar biaya pengurusan kasus.

Namun ketika dilakukan penagihan, alih-alih membayar tanggung jawabnya, Farhat justru tak dapat ditemui. Hingga saat ini Elza dikabarkan belum menerima uangnya kembali. “Akhirnya dilaporkan ke Polda Metro,” tutur Argo lebih lanjut.

Berdasarkan laporan tersebut, Farhat Abbas bisa dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Pihak Farhat Abbas sendiri belum dapat ditemui untuk dimintai klarifikasi.