Puluhan Tahun Jalan Rusak, Begini Keluhan Warga di Pandeglang


SURATKABAR.ID – Jalan di desa Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten berada dalam kondisi yang rusak parah. Puluhan kilometer jalan di desa itu tampak sudah sangat tidak kondusif untuk dilalui kendaraan. Bahkan yang mirisnya, seorang pasien yang sedang kritis terpaksa harus dibopong warga berjalan kaki dengan tandu dari kain sarung.

Menukil INews.ID, Senin (04/02/2019), jalan rusak di antaranya terletak di Kampung Gebluk, Desa Tanjungan. Berdasarkan pantauan pers, warga membopong seorang anggota keluarganya yang sakit dengan tandu bambu dan sarung. Mereka terpaksa melintasi jalan berlumpur dan becek menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Dalam rekaman video amatir, banyak motor dan mobil yang nekad melintasi jalan tersebut. Namun roda kendaraan mereka malah terendam lumpur basah. Alhasil, kendaraan pun jadi sulit bergerak. Jadinya, warga pun beramai-ramai membantu evakuasi mobil yang terjebak di sana.

Para pelajar juga ikut merasakan mirisnya berdomisili di sekitar jalan berlumpur tersebut. Mereka harus berjalan kaki kurang lebih sejauh tiga kilometer menuju sekolah demi menuntut ilmu. Pasalnya, jalur tersebut memang tidak dilewati kendaraan.

“Inginnya jalan di aspal. Biar kalau jalan ke sekolah tidak harus lepas sepatu,” demikian curahan hati Wawan, seorang bocah SD di Kampung Gebluk pada Jumat (01/02/2019).

Baca juga: Kecelakaan Akibat Jalan Rusak? Masyarakat Bisa Tuntut Pemkot Hingga Kementerian PUPR

Ternyata, bukan baru-baru ini saja belasan kilometer jalan di sana dalam kondisi rusak parah. Rupanya hal ini sudah berlansgung lama. Sudah puluhan tahun terhitung, sedangkan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak juga melirik infrastruktur di desa tersebut.

“Sudah lama banget seperti ini. Sejak saya kecil jalannya memang sudah berlumpur begini,” beber Nani (40), seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut.

Ibu Nani lantas melanjutkan, di saat musim pemilu, ada banyak calon-calon legislatif dan kepala daerah yang datang ke kampung tersebut. Mereka memberikan janji akan membenahi jalan di sana. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada satu pun dari janji tersebut yang akhirnya diwujudkan.

Dan kini yang menjadi masalah bagi penduduk, kondisi jalan akan semakin parah di musim penghujan. Aktivitas warga bahkan bisa sampai lumpuh lantaran sudah tak mungkin bagi mereka melintasi jalur berlumpur itu—bahkan jika ditempuhnya dengan berjalan kaki sekalipun.

Semoga keluhan para masyarakat setempat mendapat tanggapan dan ditangani pemerintah dengan solusi efektif, segera.