Murka! Novel Baswedan Mengutuk Penyerangan 2 Petugas KPK di Hotel Borobudur Jakarta


SURATKABAR.ID – Novel Baswedan yang merupakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengutuk penyerangan terhadap dua pegawai KPK yang sedang bertugas, Sabtu (02/03/2019) malam.

“Saya sangat mengutuk tindakan jahat yang menyerang aparatur negara yang sedang bekerja,” tukas Novel dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (03/02/2019). Demikian sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, Senin (04/02/2019).

Novel menandaskan, pelaku kejahatan penyerangan itu bisa diancam hukuman berat karena telah menyerang aparatur negara yang tengah bertugas.

“Dalam UU kejahatan penyerangan terhadap aparatur negara yang sedang bertugas diancam hukum yang lebih berat,” ujar Novel.

Novel yakin bahwa secara kelembagaan, KPK tidak akan membiarkan kejahatan seperti itu. Ia percaya, penyerangan tersebut merupakan ancaman yang nyata terhadap pemberantasan korupsi khususnya KPK.

Baca juga: 2 Penyelidik KPK Diinterogasi di Polda Metro. Kasus Apa?

Menurut penilaiannya, setiap serangan atau teror yang tak diungkap akan membuat para penjahat berani melakukan serangan kembali kepada pegawai KPK atau aparat pemberantas korupsi lainnya.

“Saya dan pegawai KPK lainnya melalui Wadah Pegawai KPK meminta semua serangan dan teror terhadap pegawai dan Pimpinan KPK harus diungkap secara keseluruhan,” tegas Novel kemudian.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK yang sedang bertugas ke Polda Metro Jaya pada Minggu (03/02/2019) sore.

“Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Jatantras Krimum Polda Metro Jaya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulis pada Minggu (03/01/2019).

Namun Febri tidak dengan rinci menjelaskan siapa pelaku penyerangan tersebut. Meski begitu, ia mengungkapkan saat ini dua pegawai KPK tersebut telah mendapatkan penanganan medis.

Tak hanya dianiaya, dua petugas KPK itu juga mengalami perampasan barang-barang.

“Sehingga kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” tandas Febri.

Disebutkan Febri, KPK telah berkoordinasi dengan Polda dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Hal itu dilakukan agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Polri ataupun Kejaksaan.

Wajah Sobek dan Hidung Retak

Kronologi kejadian dimulai sejak menjelang tengah malam, Sabtu, (02/02/2019) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu, pegawai KPK tengah ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat soal adanya indikasi korupsi.

Penjelasan Febri, pemukulan terhadap dua pegawai KPK tersebut terus dilakukan meski kedua pegawai KPK telah memperlihatkan identitas pegawai KPK. KPK telah membawa dua pegawainya itu ke rumah sakit guna memastikan kondisi dan kesehatannya serta proses visum.

“Sekarang tim (dua pegawai KPK) sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” imbuh Febri, menukil PekanBaru.TribunNews.com.

KPK sendiri melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawainya yang ke Polda Metro Jaya pada Minggu (03/02/2019) sore.

“Tadi tim yang melaporkan menyampaikan beberapa informasi visual untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut. Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Jatantras Krimum Polda Metro Jaya,” tambah Febri.

Menurutnya, KPK telah berkoordinasi dengan Polda dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Dengan demikian, semoga hal yang sama tak perlu terjadi menimpa para penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan dan juga Polri.