Kini Giliran Sidang Kasus Video ‘Banser Idiot’ yang Menanti Ahmad Dhani


SURATKABAR.ID – Musisi dan politikus Ahmad Dhani yang baru saja divonis 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian mengandung SARA masih harus menjalani sidang video ‘Banser idiot’. Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menetapkan jadwal persidangan perdana terhadap tersangka Ahmad Dhani dalam kasus pencemaran nama baik pada 7 Februari mendatang. Dipimpin oleh Hakim R Anto Wiyono, sidang perdana itu mengagendakan pembacaan dakwaan.

“Sudah ditunjuk tiga hakim yang akan menyidangkan perkara ini, yang dipimpin oleh Hakim R Anton Wiyono,” tukas Juru bicara PN Surabaya Sigit Sutriono kepada tim jurnalis di Surabaya, Kamis (31/01/2019). Demikian dikutip dari laporan Republika.co.id, Sabtu (02/02/2019).

Diketahui sebelumnya, pentolan grup band Dewa 19 itu telah dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pekan lalu. Ia dijatuhi vonis tersebut dalam perkara ujaran kebencian menyusul unggahannya di Twitter.

Adapun saat ini, Ahmad Dhani sedang menjalankan masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta.

Menurut penjelasan Sigit, dalam perkara yang akan disidangkan di PN Surabaya pada Kamis pekan depan, suami Mulan Jameela itu dijerat Pasal 27 ayat 3, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca juga: Gelar Tribute, BPN Prabowo Sebut Ahmad Dhani Ibarat John Lennon

Ia melanjutkan, perkara ini berhubungan dengan ucapan Ahmad Dhani di media sosial Twitter yang dinilai menyinggung kelompok atau organisasi massa tertentu, saat digelar aksi Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 lalu.

“Selanjutnya terkait upaya mendatangkan Ahmad Dhani yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang untuk dihadirkan dalam persidangan di Surabaya menjadi wewenang kejaksaan,” tukasnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Adytomo memastikan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk melakukan pemindahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya.

“Sampai sekarang masih sedang kami upayakan pemindahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya agar lebih memudahkan jalannya persidangan di PN Surabaya,” ungkapnya.

Perkara ‘Banser Idiot’

Sebelumnya, Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur (Jatim) dalam kasus pencemaran nama baik. Di mana dalam sebuah video yang sempat viral, Ahmad Dhani mengata-ngatai “idiot”. Diduga pernyataan itu dialamatkan kepada Banser.

Berkas perkaranya lantas dilimpahkan oleh Polda Jatim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada 7 Desember 2018. Setelah berkas perkara sempat dikembalikan ke penyidik, Kejati Jatim menyatakan berkas lengkap atau P21 pada awal Januari.

Dhani dilaporkan melakukan pencemaran nama baik setelah aksi #2019GantiPresiden pada Ahad, 26 Agustus 2018, di Surabaya. Rupanya, aksi ini berbuntut pada masalah hukum. Pada Kamis setelah aksinya (30/08/2019), Dhani yang juga politikus Partai Gerindra lantas dilaporkan ke Polda Jatim oleh Koalisi Elemen Bela NKRI. Dhani dinilai telah melecehkan massa Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI.

Laporan resmi itu telah dilakukan Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto. Sedangkan bukti yang disertakan berupa rekaman video yang dipublikasikan di akun Instagram Ahmad Dhani, di mana Dhani menyebut peserta demo yang memprotes kehadiran Dhani sebagai ‘idiot’ saat ia sedang di Hotel Majapahit pada, Ahad (26/08/2019).

Dhani pun menanggapi soal banyaknya permasalahan hukum yang ditangani polisi dan diduga melibatkan dirinya. Ia menganggap hal itu bagus, bahkan meskipun ada banyak aduan hukum yang melibatkan dirinya. Apalagi jika dalam setiap kasus tersebut, nantinya terbukti dirinya tidak bersalah.

“Ya baguslah. Buat saya bagus. Apalagi kalau itu tidak terbukti semua, bagus buat saya,” tukas Dhani, usai pemeriksaannya sebagai tersangka di Polda Jatim, pada 25 Oktober 2018 lalu.