Penjual Sate Padang KMS yang Pakai Daging Babi Dibekuk Petugas


SURATKABAR.ID – Penjualan sate Padang yang ternyata merupakan daging babi baru-baru ini berhasil dibongkar oleh Dinas Perdagangan Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, penjual yang bersangkutan dijaring di kawasan Simpang Haru, Padang. Pelaku menjual sate babi dengan merek usaha Sate KMS.

“Pedagang itu diamankan karena diduga menjual sate Padang dari daging babi,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Padang Endrizal, di Padang, Selasa malam (29/01/2019. Demikian dikutip dari laporan Tempo.co, Rabu (30/01/2019).

Kecurigaan terhadap pedagang sate yang diperiksa pada Selasa sekitar pukul 18.00 WIB ini tentunya bukan tanpa alasan. Dinas Perdagangan telah mengambil sampel sate dan memeriksanya. Pertama yakni di bulan Oktober 2018. Dan terakhir diperiksa pada Jumat (25/01/2019) lalu.

Berdasarkan uji sampel tersebut diketahui hasilnya positif daging babi.

“Karena itu hari ini dilakukan penindakan lapangan, dan petugas juga mengamankan penjual sate serta barang bukti lain,” ungkap Endrizal.

Baca juga: Tak Hanya JK, Din Syamsudin Juga Minta Tabloid Indonesia Barokah Dibakar Saja

Diketahui, penjual sate yang ditangkap petugas itu bernama Devi dan Bustami, ditambah satu orang yang disangka memasok daging atas nama Kusti Gani. Petugas juga memungut bukti yaitu seratus tusuk sate. Selain itu, ada juga sekitar dua kilogram daging beku, yang diduga merupakan potongan babi.

Sementara pedagang sate yang bernama Devi tersebut mengaku dirinya tak tahu menahu jika panganan yang dibelinya dari Kusti Gani merupakan daging babi.

“Saya tidak tahu sama sekali, awalnya dia menawarkan daging ke saya dan bersedia mengantarkan langsung, karena memudahkan akhirnya saya terima,” paparnya menjelaskan.

Menurut pengakuannya, ia baru membeli daging babi tersebut dua kali dengan rincian lima kilogram pertama, dan lima kilogram kedua. Semuanya dibeli dengan harga sama, yakni Rp 95 ribu per kilogram.

Sementara itu, mengutip News.Detik.com, operasi penangkapan tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, dan Balai POM Kota Padang. Pasalnya, si pedagang menjual sate daging babi tanpa memberitahu pelanggannya yang sebagian besar warga lokal. Dan tentu beragama Islam.

Operasi yang digelar pada Selasa (29/01/2019) petang itu melibatkan puluhan petugas. Mereka mendatangi pedagang sate bermerek ‘KMS’ di depan Tugu Padang Area di Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur.

“Kita dapat laporan sejak Oktober. Lalu kita beli untuk sampel. Pemeriksaan agak lama karena sampel dikirim ke Balai POM Aceh yang peralatannya lebih canggih. Nah, hasilnya baru keluar tanggal 21 Januari lalu. Sekarang baru kita eksekusi,” ujar Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang Novita Latina kepada pers di lokasi.

Kata Novita, sate tersebut positif menggunakan daging babi.

“Umat muslim kan haram makan daging babi. Orang sini muslim semua. Mereka bisa saja menjual sate babi, tapi harus dituliskan di depan gerobaknya kalau itu sate babi,” tandasnya dengan tegas.

Saat diamankan, pedagang sate mencoba menyembunyikan daging babi itu. Berkat kejelian petugas, sate daging babi itu ditemukan dalam got di sekitar dapur pemilik sate.

“Ini sudah kita curigai sejak lama,” tukas Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal.

Ia menyatakan pedagang nakal berinisial ‘Bus’ itu kini diamankan bersama barang bukti berupa daging babi, sate, dan gerobak penuh ketupat siap jual untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sate ‘KMS’ merupakan merek dagang usaha sate terkenal di Kota Padang karena punya banyak cabang di berbagai lokasi. Sate Padang umumnya menggunakan bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur). Selain itu, cabai yang banyak juga ikut ditambahkan sehingga rasanya menjadi pedas. Kini petugas tengah melanjutkan pemeriksaan dan menyelidiki apakah ada terkaitan antara sate daging babi KMS ini dengan usaha lainnya yang sejenis.