Bertemu dan Berdialog dengan Komunitas Nasrani, Sandiaga Mengaku Pernah Jadi Minoritas


SURATKABAR.ID – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri dialog di Gedung PGRI, Jalan Kapten Mulyadi, pada Senin (28/1). Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan pendeta dan komunitas Nasrani yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, dihimpun dari Jawapos.com, Senin (28/1/2019), bercerita ketika menjadi kaum minoritas. Ia mengungkapkan sempat mengenyam pendidikan di sekolah Kristen selama tujuh tahun. Dan saat itu ia merasakan bagaimana menjadi kaum minoritas.

“Saya pernah menjadi minoritas, saya selama tujuh tahun sekolah di PSKD sekolah Kristen. Dan tiga tahun di sekolah Katolik. Dan diberikan rasa aman, adil, dan kebersamaan,” tutur Sandiaga dalam dialog pada Senin (28/1) kemarin.

Ia menegaskan, tidak akan ada bedanya baik bagi minoritas maupun mayoritas selama ada perlakuan adil. Dan hal tersebutlah, seperti yang diungkapkan Sandiaga bakal dilakukannya bersama Prabowo Subianto apabila nanti berhasil memenangi kontestasi empat tahunan pada April mendatang.

Lebih lanjut, Sandiaga juga menyampaikan bahwa sebenarnya perbedaan keyakinan di Indonesia seharusnya menjadi aset paling berharga. Perbedaan menjadi wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Sandiaga menilai, aset tersebut yang nantinya akan mewujudkan Indonesia adil dan makmur.

Baca Juga: Buntut Panjang Pernyataan Sandiaga Soal Persekusi dan Kriminalisasi Nelayan Najib

“Saya tadi mendapatkan aspirasi dari komunitas pendeta dan Nasrani serta masukan dari masyarakat. Bagaimana Indonesia adil dan makmur itu bisa berpihak pada lapangan kerja, keadilan untuk guru honorer, penyandang disabilitas,” jelasnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa, hal terpenting adalah bagaimana perlindungan terhadap minoritas yang bakal menjadi fokus utamanya ketika dipercaya memimpin Indonesia selama 4 tahun mendatang. Berbekal tekad tersebut, ia mengaku optimis visi Indonesia menang yakni aman untuk semia, adil untuk semua, serta makmur untuk semua.

“Dan kami, Prabowo-Sandi ingin menyelesaikan permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat yang berkaitan dengan ekonomi dan rasa keadilan,” pungkas Sandiaga.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]