Pramugari Meninggal di Pesawat, Maskapai Dihujat Habis-Habisan Lantaran Lakukan Ini Saat Kondisi Genting


SURATKABAR.ID – Kabar duka kembali mewarnai dunia penerbangan. Seorang pramugari meninggal dunia lantaran mengalami serangan jantung ketika pesawat masih berada di udara. Insiden tersebut sontak membuat kru dan para penumpang terkejut.

Seperti yang diwartakan Tribunnews.com pada Minggu (27/1/2019), sebagala bantuan dan upaya penyelamatan sudah dilakukan kepada korban. Bahkan petugas medis juga mencoba menyelamatkan nyawa sang pramugari sebelum pesawat mendarat.

Namun takdir ternyata berkata lain. Berbagai upaya penyelamatan kepada korban yang dilakukan gagal. Dan mereka pun harus menghadapi kenyataan bahwa si pramugari meninggal ketika pesawat masih mengangkasa.

Terkait peristiwa tersebut, pihak maskapai penerbangan buka suara. Mereka mengatakan bahwa, semua penumpang ditampung kembali pada penerbangan pertama yang tersedia. Selain itu, para penumpang juga akan mendapatkan kompensasi.

Andrea Bartz, salah seorang penumpang yang ikut penerbangan menuju Bandara John F. Kennedy, New York buka-bukaan di akun media sosial Twitter miliknya. Ia mengatakan ketika insiden terjadi, kru membuat pengumuman. Mereka meminta dokter untuk membantu menangani keadaan darurat medis.

Baca Juga: Ngeri! Muntah dan Buka Paksa Pintu Pesawat, Seorang Pria Nyaris Berakhir Mengenaskan Terhisap Mesin

Ia menuliskan banyak dokter yang memenuhi panggilan kru pesawat. Selain itu, petugas polisi juga bergegas naik ketika pesawat mendarat. “Begitu banyak dokter datang ke depan dan petugas polisi naik setelah pesawat mendarat,” demikian bunyi cuitannya di Twitter.

Bartz sendiri menolak diwawancarai. Ia menyebut, dirinya dan para penumpang lain menyayangkan keputusan maskapai ketika kondisi genting. Pasalnya, masih dalam unggahan di Twitter Bartz menyebut, dalam keadaan darurat pihak maskapai tersebut malah memainkan musik ukulele.

Menurutnya, musik yang diputar sangat bertentangan dengan suasana penuh duka atas meninggalnya kru penerbangan tersebut. “Hawaiian Airlines masih memainkan soundtrack ukulele dan itu tidak membuat siapa pun lebih tenang,” tulis Bartz.

Pesawat Hawaiian Airlines sejatinya akan terbang dari Honolulu menuju New York, pada Kamis (24/1) lalu. Penerbangan kemudian dialihkan ke bandara San Fransisco. Atas meninggalnya awak veteran Emile Griffith, Hawaiian Airlines menyampaikan duka cita mendalam.

“Kami selamanya berterima kasih atas kolega Emile dan orang yang telah memberikan bantuan medis yang luas. Emile mencintai dan menghargai pekerjaannya di Hawaii dan selalu berbagi dengan tamu-tamu kami. Hati kami dengan keluarga Emile, teman-teman, dan semua orang yang beruntung telah mengenalnya,” tulis Hawaiian Airlines.

Juru Bicara bandara Doug Yakel kepada AP, membenarkan kabar berita meninggalnya seorang pramugari dari Hawaiian Airlines. “Hawaiian Airlines mendarat di San Francisco Kamis malam setelah anggota awak mengalami serangan jantung yang tak diduga,” ungkap Doug.