Lakukan Sidak di Proyek PLTU, Ratusan Pekerja Tiongkok Dirazia


    SURATKABAR.ID – Petugas gabungan menemukan fakta mengejutkan di balik proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Dalam sidak pada Rabu (23/1) ke proyek garapan PT Hubei Second Electric Power Construction Engineering Company (Hepsec), petugas mendapati ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

    Dihimpun dari laman Jawapos.com pada Sabtu (26/1/2019), petugas gabungan tersebut terdiri atas perwakilan dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Intel Kodim 1016/Plk, Babinsa Koramil Tumbang Jutuh, dan Kantor Imigrasi Palangkaraya.

    Saat sidak, para pekerja yang rata-rata merupakan warga Tiongkok itu diminta untuk memperlihatkan dokumen pengenal, salah satunya adalah surat izin tinggal terbatas. Dan hasilnya, semua TKA di lokasi mengantongi paspor serta itas.

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI palangkaraya Dadan Gunawan, diwakili Kepala Subseksi Intelijen M. Syukran mengimbau pihak perusahaan untuk tak bermain-main dengan legalitas TKA. “Jika ada yang ilegal, akan kami tindak sesuai hukum,” ujar Syukran dengan tegas.

    Baca Juga: Nah Lo! Lebih dari 1.000 WN Filipina Menyamar dengan KTP Palsu dan Dipekerjakan di Indonesia

    Terkait hal tersebut, PT Hepsec yang diwakilkan oleh Kepala Humas dan HRD bernama panggilan Che, dengan tegas mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menaati segala aturan dari kantor imigrasi mengenai para pekerja yang mereka libatkan dalam proyek.

    Ia mengklaim, hingga sejauh ini sudah perusahaannya sudah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat. “Ya, kalau dahulu kami datang di sini belum ada listrik dan sinyal. Sekarang sudah kami bangun dan masyarakat senang,” jelas Che.

    Lebih lanjut, Che menjelaskan jumlah TKA yang bekerja di perusahaannya mencapai jumlah 263 orang. Dan semua tenaga kerjanya memiliki keahlian di bidang tertentu. Sementara untuk tenaga kerja lokal di perusahaan tersebut jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang tenaga kerja asing, yakni 800 orang.