Walau Merasa Diuntungkan, BPN Curiga Tabloid Indonesia Barokah Disponsori Kubu Jokowi


SURATKABAR.IDKubu Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai peredaran Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah di Indonesia merupakan serangan yang membabi buta. Kendati demikian, pergerakan tersebut juga dianggap membawa keuntungan. Bahkan, beredarnya Tabloid Indonesia Barokah ini diyakini dapat membuat elektabilitas pasangan nomor urut 02 kian cemerlang.

“Pengaruh elektabilitas, saya curiga malah sebaliknya. Karena serangannya kebangetan malah menimbulkan simpati,” ujar Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said seusai menjadi pembicara di Rakor Korcam dan Kordes Relawan PADI se-Semarang di Hotel Muria, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (26/01/2019). Demikian seperti dikutip dari reportase JawaPos.com.

Kemudian, Sudirman menyamakan situasi saat ini seperti masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

“Dulu kan di Jakarta terjadi guyonan sembako gede-gedean tuh. Tapi karena guyonan sembako yang membabi buta itu malah membuat Anies-Sandi lebih mendapat simpati masyarakat,” imbuh Sudirman Said menambahkan.

Ia pun berharap agar kondisi semacam itu bisa kembali terulang. Dengan membuat masyarakat luas tersadar siapa sebetulnya yang sedang menuju perubahan.

Baca juga: Ingin Baca, Presiden Jokowi Cari Tabloid Indonesia Barokah

Sudirman juga menilai bahwa rencana penyebaran tabloid Indonesia Barokah di daerah-daerah sudah tersusun rapi. Bahkan meskipun cara-cara seperti itu tergolong sangat primitif dan mengabaikan pesan-pesan persatuan di tengah upaya membangun kontestasi politik yang positif.

“Saya yakin itu bukan ongkos kecil karena sangat sistematis. Dikirim ke masjid-masjid pakai alamat segala macam. Tapi isinya sangat menyakitkan masyarakat. Tidak memberi contoh yang baik. Kalau ditanya siapa yang bikin, pasti bukan kami, bukan 02,” tegas mantan Menteri ESDM itu.

Sebelumnya, diketahui Tabloid Indonesia Barokah ditemukan di sejumlah daerah, termasuk di Jateng. Bahkan menurut pemantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), peredaran tabloid Indonesia Barokah ini hampir merata di 35 kabupaten/kota. Sasaran peredarannya tak lain yaitu beberapa masjid dan pondok pesantren.

Bawaslu ikut turun tangan karena konten yang dimuat tabloid itu ikut mengulas soal Pemilu 2019. Beberapa tulisannya bahkan diduga menyudutkan salah satu pasangan capres.

Di halaman depan tabloid tertulis ‘Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?’. Lalu di kolom Liputan Khusus ada berita berjudul ‘Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?’ dihiasi karikatur Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan Ratna Sarumpet.

Selanjutnya, ada juga pembahasan di sebagian artikel yang memuat isu radikalisme, wahabi, ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir, serta ISIS.

Curiga Disponsori Kubu Jokowi 

Lebih lanjut, dilansir dari Tirto.ID, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandiaga, Ferdinand Hutahaean heran dengan sikap yang ditunjukkan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Ace Hasan Syadzily berkenaan beredarnya tabloid ini.

Ferdinand bahkan mengaku kesal dengan pernyataan Ace yang menyebutkan kubu Prabowo-Sandiaga tak perlu gelisah dengan adanya tabloid yang dianggap mirip dengan tabloid Obor Rakyat tersebut.

Ia melanjutkan, pernyataan itu justru semakin menunjukkan bahwa mereka senang dan merasa diuntungkan dari Tabloid Indonesia Barokah.

“Jadi jangan-jangan mereka yang mensponsori ini, mereka dapat manfaat dari tabloid ini makanya tenang-tenang aja,” tukas Ferdinand, Jumat (25/01/2019).

Pernyataan Ace yang menyebutkan tak ada masalah dengan isi dari tabloid itu di edisi Desember 2018, justru malah makin menunjukkan bahwa seolah kubu Jokowi-Ma’ruf senang dengan pola-pola kampanye yang mengedepankan fitnah.

“Jadi ya ini perilaku buruk dari demokrasi ya kalau mereka mengedepankan fitnah,” ungkap Ferdinand.

Diketahui, dari seluruh artikel yang dibuat oleh Indonesia Barokah, hanya sekitar dua artikel yang membahas Prabowo-Sandiaga. Isi artikel itu pun sebagian besar mengutip dari media nasional seperti Kompas.com, Detik.com dan Tirto.id.

“Kalau dikatakan itu menyerang dan menyudutkan Pak Prabowo itu sama sekali tidak benar, karena isi tabloid yang bicarakan Prabowo cuma dua berita dari 10 berita. Itu pun yang tentang dugaan kubu sebelah yang dikatakan mirip menggunakan strategi bohong, itu pun mengutip pernyataan tokoh di berita online. Jadi bukan hoaks, tapi fakta,” tukas Ace melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/1/2019) kemarin.

Namun, Ace membantah jika TKN disebut ikut membuat dan mengarahkan Tabloid Indonesia Barokah. Pasalnya, ia menambahkan, TKN telah mengimbau agar para pendukung Jokowi-Ma’ruf tak membuat hoax atau ujaran kebencian (hate speech).

“Kalau dibaca secara seksama konten dari tabloid itu justru mengajak masyarakat waspada dan tidak menyebar hoaks. Dicontohkan penyebar hoaks Obor Rakyat masuk penjara karena fitnah. Itu juga mengutip pemberitaan banyak media. Itu kan bagus, kalau kubu Prabowo gelisah, justru kita patut bertanya apakah kubu Prabowo memang berencana berkampanye dengan menyebar hoaks?” urainya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.