Peneliti Sukses Bikin ‘Monyet Hidup’ dari Hasil Kloning, Tak Disangka Ada Catatan Brutal Tersimpan Rapi di Baliknya


SURATKABAR.ID – Ketika manusia sukses menciptakan makhluk hidup dengan dibantu kecanggihan teknologi, mungkin terdengar seperti kisah ajaib yang hanya terjadi dalam film garapan Hollywood. Sayangnya, ada fakta mengerikan yang tersembunyi rapi di baliknya.

Seperti yang dilansir Grid.ID dari Daily Mirror, Rabu (23/1/2019), para penelitian dari Chinese Academy of Sciences Institute of Neuroscience memiliki tujuan membuat populasi monyet. Para ilmuwan China ini akhirnya berhasil menciptakan kloning monyet hidup setelah mengedit gen.

Alih-alih menciptakan populasi monyet sehat, mereka malah sengaja menciptakan ‘populasi monyet yang sakit’. Monyet-monyet tersebut nantinya akan dipakai dalam pengujian hewan dan kemudian bakal diikutsertakan dalam penelitian untuk mempelajari penyakit pada manusia.

Untuk menciptakan setiap monyet, para peneliti dengan sengaja menghilangkan gen BMAL 1 yang berfungsi mengendalikan sitme sirkandian manusia. Selanjutnya mereka menggunakan sel-sel kera donor guna mengkloning lima subyek anyar.

Teknik untuk mengkloning Dolly si domba, mereka gunakan dalam penelitian ini. Langkah tersebut sebenarnya sudah terbukti menciptakan kontroversi. Bahkan para peneliti hingga aktivis kesejahteraan hewan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat biadab.

Baca Juga: Bayi Rekayasa Genetika Pertama Berhasil Diciptakan, Fakta Mencengangkan Baru Terkuak Kemudian

Adapun tujuan para peneliti menciptakan monyet kloning adalah untuk meneliti kecemasan dan depresi yang berkaitan dengan tidur, seperti skizofrenia. Hasil temuan dalam penelitian ini telah dipublikasikan di National Science Review.

“Gangguan ritme sirkadian dapat menyebabkan banyak penyakit pada manusia. Termasuk gangguan tidur, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit neurodegenerative,” tutur Hung-Chun Chang, penulis utama dalam studi tersebut.

Sementara itu, peneliti lain, Qiang Sun, mengungkapkan; “Kami percaya bahwa pendekatan kloning monyet yang diedit ini dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai model monyet untuk penyakit berbasis gen.”

Berbeda pendapat. Dr Julia Baines, seorang pengamat kebijakan sains di PETA UK, dengan tegas mengatakan; “Secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita.”

“Ada keprihatinan etika dan kesejahteraan hewan yang sangat besar pada penelitian ini,” jelas Dr Penny Hawkins dari RSPCA. “Primata adalah hewan yang cerdas, dan bukan hanya alat untuk penelitian. Prosedur yang digunakan untuk mengubah gen monyet menyebabkan penderitaan dan kesusahan. Ditambah efek yang belum dipastikan,” tambahnya.