Gila! Potong Lidah Bayi 14 Bulan dengan Gunting, Alasan Pasangan Ini Bikin Darah Mendidih


SURATKABAR.ID – Kasih sayang orangtua kepada anaknya sepanjang jalan. Namun tampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi pasangan asal Amerika Serikat (AS) satu ini. Pasalnya, mereka dengan teganya memotong lidah bayi berusia 14 bulan dengan gunting, pada Senin (14/1) lalu.

Dikutip Tribunnews.com dari The Sun pada Jumat (25/1/2019), Scott Edwards dan Holly Cota, pasangan yang tinggal di Terre Haute, Indiana, AS, tersebut sempat melarikan bayi mereka ke rumah sakit Riley di Indianapolis.

Keduanya membawa buah hati mereka yang tengah terluka parah akibat dari tindakan mereka sendiri. Melihat luka tak wajar yang dialami sang bayi, pihak rumah sakit memutuskan untuk memanggil polisi guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Begitu polisi tiba di rumah sakit, orangtua keji itu beralasan bahwa luka yang dialami bayi mereka adalah karena terjatuh dari kotak mainan. Benar saja, menurut hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit ditemukan luka memar yang cukup parah pada tubuh bayi malang itu.

Namun dokter yang bertugas memeriksa bayi tersebut mengungkapkan kepada pihak kepolisian mengenai bentuk luka yang menurut mereka tampak sangat janggal. Dari luka yang dialami si bayi, diindikasikan luka terbentuk bukan karena ketidaksengajaan.

Baca Juga: Perut Seorang Wanita Membesar dengan Berat Setara 7 Bayi, Setelah Diperiksa Dokter Temukan Benda Mengerikan Ini

“Luka tampak bersih dan tidak sobek yang mengindikasikan bahwa beberapa jenis alat. Mungkin gunting,” ungkap dokter yang memeriksa kondisi bayi malang tersebut, seperti yang dikutip Tribunnews.com dari The Sun.

Yang lebih mengerikan lagi, bahkan dokter tersebut mengungkapkan ada bagian lidah si bayi yang hilang. Bagian yang hilang seperti dituturkan sang dokter tersebut adalah ujung lidah bayi yang masih berusia 14 bulan itu.

Atas perbuatan tak manusiawi yang dilakukannya, Edwards harus merasakan dinginnya dinding penjara. Bukan itu saja. Sang ayah juga harus membayarkan denda sebesar US$ 75 ribu atau yang setara dengan Rp 1 miliar lebih. Sementara Cota, sang ibu masih menjalani sidang putusan.