Tompi Soal Ahok: Dia Bilang Siap Naik Panggung Kampanye Untuk Pak Ma’ruf Amin


SURATKABAR.ID – Penyanyi jazz Teuku Adifitrian, atau yang lebih populer dikenal sebagai Tompi menyatakan kabar mengenai keberpihakan politik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terkini. Kata Tompi, Ahok menyatakan bersedia membantu pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2019, setelah bebas dari penjara.

Mengutip laporan Tempo.co, Jumat (25/01/2019), kesediaan itu disampaikan Ahok kepada Tompi dalam perjumpaan mereka pada Sabtu siang  (19/01/2019) pekan lalu, di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok.

“Dia bahkan bilang siap naik panggung kampanye untuk Pak Ma’ruf Amin,” ujar Tompi kepada awak media, Rabu malam lalu (23/01/2019).

Tompi menyebutkan, Ahok mengaku dirinya tidak dendam kepada capres no urut 01 KH Ma’ruf Amin, yang dulu berperan memenjarakan Ahok.

“Dia katakan tak ada dendam kepada Ma’ruf Amin,” demikian ujar Tompi. Sabtu siang itu Tompi bertanya apakah Ahok bersedia mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga: Politikus PDIP Ragu Ahok Akan Langsung Bergabung dalam Partai

Sebelumnya, mengutip Detik.com terbitan Minggu (12/08/2018), MUI yang diketuai Ma’ruf Amin, meneken pendapat dan sikap keagamaan MUI tentang kasus Ahok. Ahok dikategorikan sebagai penghina Alquran dan ulama. Fatwa itu keluar di tengah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Setelah melewati serangkaian proses, kasus Ahok masuk pengadilan. Ma’ruf menjadi salah satu saksi memberatkan Ahok.

Saat itu, Ma’ruf bersaksi di persidangan bahwa ucapan Ahok membuat marah warga Pulau Pramuka, lokasi di mana Ahok berbicara soal Al Maidah ayat 51. Menurut Ma’ruf, temuan itu merupakan hasil investigasi tim MUI. Kesaksian Ma’ruf ditanggapi keras oleh Ahok yang menganggap dirinya disudutkan.

“Saya keberatan saksi menuduh saya menghina ulama. Saya keberatan [warga] di Pulau Seribu takut protes, padahal saat itu mereka ketawa-tawa,” jawab Ahok dalam ruang sidang menanggapi kesaksian Ma’ruf Amin di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/01/2017) silam.

Kembali ke Tompi. Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam itu, Ahok yang dikagumi Tompi itu berkata bahwa dirinya merasa berutang budi kepada Ma’ruf, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia nonaktif.

Ahok bersyukur bisa belajar menaklukkan diri sendiri selama menjalani hukuman sekitar 2 tahun.

“Jadi sudah benar saya disekolahkan di sini,” tutur Tompi yang menirukan ucapan Ahok.

Ma’ruf Amin menjadi saksi ahli yang memberatkan Ahok dalam sidang perkara penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang digelar di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Ma’ruf yang meneken fatwa MUI bahwa Ahok menista Islam. PN Jakarta Utara menghukum Ahok selama 2 tahun penjara pada Mei 2017. Ada pun saat ini, Ma’ruf didapuk menjadi calon wakil presiden mendampingi inkumben Jokowi.

Dalam pilkada DKI Jakarta 2017, seorang pendukung Ahok menyebutkan sokongan terhadap Jokowi-Ma’ruf secara implisit muncul dalam surat terbuka Basuki kepada para pendukungnya tanggal 17 Januari 2019. Ahok mengimbau agar mereka tidak menjadi golput (golongan putih yang abstain) dalam Pemilu 2019.

Amntan Gubernur DKI Jakarta itu pun disebut-sebut akan masuk PDIP, jika kembali ke dunia politik. Niatan Ahok tersebut diketahui dari Djarot Saiful Hidayat, politikus senior PDIP dan pasangan Basuki dalam pilkada DKI 2017.

“Kalau masuk partai, dia milih PDIP,” imbuh Djarot, dua hari lalu.

Hingga tadi malam, Basuki atau anggota staf pribadinya, Ima Mahdiah, belum bisa dimintai penjelasan tentang rencana politik Ahok. Sedangkan pengacaranya, Teguh Samudera membenarkan bahwa kliennya diajak bergabung ke PDIP dan partai lain.

“Pak Ahok dekat dengan lbu Megawati, tapi biar beliau yang menyampaikan langsung,” kata Tompi kemudian.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.