Pangkas Proyek Infrastruktur Jadi Jurus Unggulan Prabowo-Sandiaga Tekan Utang


SURATKABAR.ID – Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyoroti utang pemerintah yang kian membengkak. Pasangan ini menjanjikan akan memangkas utang jika nanti berhasil memenangkan kontestasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 April mendatang.

Dihimpun dari laman Detik.com pada Kamis (24/1/2019), ada sejumlah cara yang akan mereka jalani demi bisa memangkas utang tersebut. Dan salah satunya adalah dengan memangkas belanja yang dinilai tak efisien, termasuk dalam proyek infrastruktur.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dradjat Wibowo menjelaskan, secara teori memang utang pemerintah masih bisa dikatakan aman. Namun demikian, kondisi mengkhawatirkan, ia sebut, adalah porsi untuk membayar utang yang berasal dari APBN.

“Utang itu kalau dari sisi debt ratio itu kita memang masih kecil, secara teori ekonomi masih relative aman. Cuma persoalannya adalah debt service, pembayaran utang memakan porsi APBN yang besar,” ungkap Dradjat ketika ditemui di Media Center Prabowo-Sandi Jakarta, pada Rabu (23/1) kemarin.

Ia lantas memberikan contoh, pada tahun 2017, di mana porsi pembayaran utang pemerintah sebesar Rp 500 triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang alokasi untuk infrastruktur sebesar Rp 400 triliun.

Baca Juga: Tim Prabowo Akui Sembunyikan Nelayan Najib, TKN: Jangan Buat Sandiwara untuk Hal-Hal Seperti Itu

Nantinya, seperti yang diungkapkan Dradjat, Prabowo-Sandiaga akan melancarkan sejumlah strategi untuk memangkas utang. Selain mengurangi penerbitan obligasi dan penarikan utang bilateral, Prabowo-Sandiaga juga akan meningkatkan ratio tax hingga mencapai 16 %.

“Step pertama penerbitan obligasi, penarikan utang bilateral multilateral akan kita kurangi. Itu langkah pertama. Itu udah otomatis harus dikurangi,” tutur Dradjat. “Belanjanya harus kita sisir lagi. Kan banyak sekali belanja yang sekarang ini nggak efisien. Kita sisir, kita realokasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, proyek infrastruktur dipangkas bukan lantaran sudah dibangun oleh pemerintah saat ini. Pasalnya, jelasnya, menurut laporan dari Bank Dunia, ada begitu banyak infrastruktur yang ‘acak-acakan’.

“Enggak, yang dibangun Pak Jokowi, bahasa Bank Dunia acak-acakan. Justru kita kurangi karena pelaksanaan pembangunan infrastruktur sekarang ini betul-betul, kalau pakai bahasa, kalau saya ringkas omongan Bank Dunia acak-acakan. Kita benerin supaya nggak acak-acakan, terlalu ambisius,” jelasnya.

Namun hal tersebut bukan pula berarti Prabowo-Sandiaga akan memotong belanja negara. Dradjat mengungkapkan, Prabowo-Sandiaga memiliki program untuk memperkuat sejumlah bidang. “Pangan, swasembada pangan, energi, air bersih, lembaga negara, sama angkatan perang,” pungkas Dradjat tegas.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]