Ultah ke-72, Megawati: Kenapa Perempuan Indonesia Tidak Mau Jadi Seperti Saya?


SURATKABAR.ID – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri baru saja memperingati hari ulangtahunnya yang ke-72. Ketua Umum PDIP ini mengeluhkan kenapa tidak ada perempuan yang berani tampil seperti dirinya untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. Salah satu putri dari Bung Karno ini menyebutkan, perempuan tak ada yang berani tampil menjadi bagian dari pemerintahan, khususnya sebagai orang nomor satu se-Indonesia.

“Ingin saya tegaskan kenapa ya perempuan Indonesia tidak mau menjadi seperti saya? Bukan mau sombong. Tapi sampai hari ini saya the only one, the only one president of Indonesia yang perempuan,” tandas Megawati di Jakarta, Rabu (23/01/2019). Demikian melansir reportase JawaPos.com.

Tamu undangan yang hadir bertepuk tangan mendengar pernyataan Mega. Melihat respons ini, Mega menyampaikan, yang dia harapkan adalah para perempuan bisa mengikuti jejaknya menjadi pemimpin negara.

Melansir Kompas.com, Mega lantas menyinggung buku berjudul “The Brave Lady” yang berisi testimoni tentang dirinya dari para mantan menteri Kabinet Gotong Royong. Buku itu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengikuti jejaknya.

“Nanti ada buku yang akan diberikan juga itu testimoni Kabinet Gotong Royong saya, itu menteri-menterinya,” tukasnya.

Baca juga: Megawati Sebut Prabowo Baik, Tapi Anak Buahnya Suka Membully

Menurut Megawati, sebenarnya dirinya tak suka jika disanjung-sanjung sebagai satu-satunya wanita yang pernah menjadi kepala negara. Justru, ia mendorong Kaum Hawa bisa mencontoh keberhasilannya sejauh ini.

“Saya sebetulnya kalau ditepuk-tepukin kayak gini enggak senang. Harusnya banyak kaum perempuan yang meniru,” katanya.

Di sisi lain, Megawati menyoroti soal banyaknya ujaran kebencian dan hoaks di media sosial. Ia menilai, tidak perlu menyebar hoaks seperti itu jika ingin menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Kalau enggak suka dengan Pak Jokowi datang dong. Tapi, kan tidak dengan cara demikian,” tandasnya.

Untuk yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoax, Megawati meminta mereka bertanggung jawab. Pasalnya, mereka sengaja membuat kegaduhan di tahun politik ini.

“Bagi mereka yang berbuat seperti itu, maka berbuatlah bertanggung jawab bagi bangsa,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, HUT ke-72 Megawati dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Beberapa mantan menteri yang dulu tergabung dalam Kabinet Gotong Royong juga hadir. Mereka bahkan ikut meluncurkan buku berjudul “The Brave Lady” tentang Megawati.