Banyak Jalan Tol Rusak, Benarkah Karena ‘Kejar Tayang’?


    SURATKABAR.ID – Menurut dugaan Andi Rukman Karumpa selaku Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), sejumlah ruas tol Trans Jawa yang rusak bisa jadi disinyalir diakibatkan oleh pemerintah kejar tayang demi kepentingan politik. Karena kepentingan politik, proyek infrastruktur dikerjakan sesegera mungkin. Yang penting agar bisa cepat selesai. Sedangkan kepentingan konstruksinya kemungkinan besar dikesampingkan.

    “Demi kepentingan pilpres ini terlalu banyak menarik-narik urusan kepentingan konstruksi,” ungkapnya saat dihubungi tim pers, Jakarta, Senin (21/01/2019). Demikian seperti dikutip dari laporan Finance.Detik.com, Selasa (22/01/2019).

    Padahal jika menyangkut proyek infrastruktur—dalam hal ini jalan tol—itu harus didesain dengan sebaik mungkin. Pertimbangan ini tentunya bukan tanpa sebab. Ini dikarenakan jalan tol akan digunakan untuk jangka panjang.

    Andi Rukman Karumpa pun menambahkan, semua pihak terlalu ingin mendeklarasikan diri bahwa pembangunan infrastruktur berhasil dilakukan di pemerintahannya. Alhasil, proyek tersebut dikerjakan dengan cepat tanpa perhitungan yang mapan.

    “Semua orang sekarang ingin men-declare ‘ini zaman saya, zaman saya’, [seharusnya] nggak seperti itu,” tandasnya kemudian.

    Baca juga: Baru Diresmikan Presiden, Talut Tol Salatiga-Solo Kok Ambrol?

    Ia berpendapat, jika ada perencanaan yang bagus dan itu diterapkan, maka ketika berganti presiden sekalipun, pembangunan itu pasti akan terus dilanjutkan.

    “Jadi berapa kali pun ganti presiden ini kita terusin, nggak ada yang mengklaim ini zaman saya, zaman saya. Ini negeri kita kok,” imbuhnya menandaskan.
    Baru Diresmikan

    Diketahui sebelumnya, pada Desember lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan ruas-ruas tol Trans Jawa. Harapannya, ruas-ruas tol ini dapat mempermudah dan mempersingkat mobilitas masyarakat di Pulau Jawa.

    Namun, di balik kemegahan tol Trans Jawa ini, ditemui beberapa kasus kerusakan tol. Bahkan, kerusakan-kerusakan itu terjadi tak lama setelah tol diresmikan oleh Jokowi.

    Yang mengagetkan, beberapa ruas tol justru rusak tak lama setelah diresmikan presiden. Lalu, ada apa dengan ruas-ruas tol ini?

    Tanggapan Kontraktor

    Kontraktor tol yang tergabung dalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) kemudian menjelaskan soal sebagian ruas tol Trans Jawa yang rusak. Pihaknya memastikan bahwa rusaknya tol itu bukan disebabkan oleh kejar tayang agar cepat selesai.

    “Bukan karena kejar tayang akhirnya ada beberapa yang ambrol dan sebagainya,” tukas Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade Sudiyono, Jakarta, Senin (21/01/2019). Demikian melansir DetikFinance.

    Ia memastikan, pembangunan tol dilakukan dengan perencanaan yang matang.

    “Kadang kadang orang sering membuat logika dikait-kaitan [dengan kejar target] tapi sebenarnya nggak begitu. Jadi proses pembangunan itu pasti ada detail engineering design sebelum dibangun,” bebernya menerangkan.

    Bahkan, sejak awal perencanaan pun sudah diawasi oleh konsultan. Langkah ini dilakukan guna memastikan perencanaan desainnya sudah diproses dengan benar.

    Tak hanya sampai di situ, proses pembangunannya pun masih diawasi juga oleh konsultan. Dengan begitu, pembangunannya dilakukan sesuai prosedur.

    “Pelaksanaannya diawasi lagi oleh kontraktor supervisi. Nah jadi desain dan pelaksanaan itu sesuai tata cara proses konstruksi yang sebenarnya,” imbuhnya.

    “Jadi jangan disimpulkan karena proses pembangunannya kejar tayang. Kalau saya lihatnya dari asosiasi tidak, karena semua tahapan pembangunan sudah ikuti tata cara konstruksi yang diatur oleh undang-undang konstruksi,” paparnya menjabarkan.