Beda Pendapat, Diky Chandra Tegur Kang Emil Soal Tol Cigatas


SURATKABAR.ID – Setiap orang memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat, uneg-unegnya. Dan media sosial adalah salah satu wadah, di mana kita bisa menuangkan apa pun. Asalkan semua itu tidak melanggar batas-batas yang diatur dalam undang-undang.

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat dan tokoh berpengaruh lainnya juga sering menggunakan media sosial untuk membagikan pandangan atau pikiran mereka. Demikian halnya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, atau yang lebih akrab disapa Kang Emil.

Baru-baru ini, seperti dihimpun dari laman Viva.co.id pada Minggu (19/1/2019), Kang Emil menuliskan pandangannya mengenai Tol Cigatas atau Cileunyi-Garut-Tasik. Menurutnya, pembangunan tol tersebut dapat mengatasi macet di jalur Bandung yang menuju Garut, maupun Bandung ke Tasikmalaya.

Selain itu, melalui akun Twitter-nya, @ridwankamil, ia juga sempat menyinggung jasa atau peran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menilai, pencanangan tol Cigatas diumumkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

MACET BANDUNG-GARUT dan BANDUNG-TASIKMALAYA akan diselesaikan melalui proyek Jalan Tol CIGATAS (Cileunyi-Garut-Tasik), yg pencanangannya diumumkan Presiden Jokowi kemarin di Cibatu Garut. Hadiah utk warga Garut & Tasikmalaya. Pelaksanaannya Insya Allah tahun 2019 ini. #JabarJuara,” tulisnya.

Baca Juga: Waduh! Tak Ada Sebulan Sejak Diresmikan Jokowi, Tol Pemalang-Batang Sudah Retak

Akan tetapi tampaknya ada beberapa pengguna Twitter yang tak satu pandangan dengan Kang Emil. Netizen tersebut adalah salah satu publik figur ternama di Tanah Air, Diky Chandra yang sekaligus merupakan mantan Wakil Bupati Garut.

Ia sedikit ‘mengkoreksi’ kicauan Kang Emil. Menurut Diky, bukan Presiden Jokowi yang merencanakan proyek tol tersebut, melainkan ketika dirinya masih menjabat di masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur Ahmad Heryawan.

Proyek ini sudah lama direncanakan sejak saya masih menjabat di era pa @SBYudhoyono gub @aheryawan kepala bapedaprovnya prof deni. Saat senang dan meminta agar mengantisipasi sektor ekonomi limbangan kersamanah yg nantinya tidak lagi jadi jalur lintas.sip,” celetuk Diky di akun Twitter @dikychandra_.

Unggahan Diky Chandra tersebut rupanya mendapat banyak dukungan dari para pengguna Twitter lain. Salah satunya Ahmad Fawas dengan akun Twitter @fawazstp. Dalam unggahannya, ia menulis semua proyek berkesinambungan, jadi bukan hanya satu rezim saja yang berjasa.

Jadi akuilah kinerja rezim sebelumnya sebagai bentuk etika @dikychandra_ @SBYudhoyono @heryawan,” cuitnya.

Lalu ada akun @b0y4n_05, yang menuliskan: “hadeuhhh… dikira project itu bisa sim salabim lsg bs di eksekusi. pasti ada lah studi sebelumnya. berkesinambungan dr 1 pejabat ke penerusnya. jd pejabat skrg hrsnya bijak dlm menyampaikan inpoh. seolah2 g ada peran pjbat sblmnya.”

Kolom komentar akun Ridwan Kamil juga diserbu para pengguna Twitter yang tak sependapat dengan istilah hadiah yang digunakan Kang Emil. “Hadiah…???? Emangnya uang rakyat itu uangnya jokowi..??? Knapa anda jadi seperti itu..???” sergah Halis Said di akun @H4L15541D.