Segera Bebas, Terpidana Kasus Terorisme Abu Bakar Ba’asyir Akan Kembali Ceramah


SURATKABAR.ID – Menurut Abdul Rohim selaku anak dari terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir, ayahnya akan kembali berceramah setelah bebas. Meski begitu, aktivitas ceramah Ba’asyir tak akan seintensif dulu.

“Insyaallah, cuma karena kondisi kesehatan beliau ini kan sudah tidak seperti dahulu mungkin kegiatan tabligh akan terbatas karena kesehatan atau fisiknya yang tidak memungkinkan seperti dahulu,” beber Rohim saat ditemui awak media di Lembaga Pemasyarakat Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/01/2019). Demikian seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Menurut Rohim, aktivitas ceramah yang tak intensif itu bukan merupakan syarat kebebasan Ba’asyir. Ia menegaskan Ba’asyir sudah bebas murni dan tak akan dijaga atau dikawal oleh aparat dalam setiap kegiatannya.

“Tidak ada pembatasan karena ini sudah bebas murni artinya beliau sudah kembali sebagaimana warga biasa,” ujar Rohim.

Lebih lanjut, Rohim menyebutkan, Ba’asyir akan tinggal bersama keluarganya di Pondok Pesantren Al Mukmin di Ngruki Sukoharjo, Jawa Tengah. Ba’syir juga akan dijemput oleh keluarganya di hari kebebasannya nanti.

Baca juga: Muncul Wacana Abu Bakar Baasyir Jadi Tahanan Rumah, Wiranto Beri Tanggapan

“Insyaallah beliau kalau sudah bebas tinggalnya di rumah kami insyaallah nanti,” kata Rohim.

Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra selaku Kuasa Hukum Presiden Joko Widodo mengungkapkan Ba’asyir akan tetap diperbolehkan menerima tamu. Ia juga diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.

“Dan semua disepakati enggak ada seperti beliau orang tahanan dijaga enggak sama sekali, sudah kami katakan kepada beliau,” ujar Yusril.

Sebelumnya, Ba’asyir dibebaskan murni dengan alasan kemanusiaan. Kata Yusril, pembebasan Ba’asyir ini mengingat usia dia yang sudah uzur dan sering sakit.

“Pertimbangan saya kata Pak Jokowi pertimbangan kemanusiaan karena beliau sudah lanjut usianya sudah uzur kemudian juga kesehatannya sudah jauh menurun maka ya berdasarkan kemanusiaan ya beliau dibebaskan,” urainya.

Tanggapan Ma’ruf Amin

Sementara itu, menukil Tempo.co, Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menuturkan Presiden Jokowi ingin merawat Abu Bakar Baasyir setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

“Saya mengapresiasi Pak Jokowi, visi kemanusiaan beliau tinggi sekali. Memperhatikan orang yang sudah tua,” ujar Ma’ruf, Jumat (18/01/2019) di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu Desa Pete, Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

“Pak Jokowi ingin merawat Ba’asyir, sisi kemanusiaan yang diperlihatkan seorang pemimpin negara,” tukasnya.

Diketahui, Abu Bakar Baasyir divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011 lalu. Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Rencana kebebasan Abu Bakar Baasyir telah didengar langsung oleh putranya Abdurrochim. Ia menyebut keluarga akan segera melakukan proses administrasi untuk membawa pulang pengasuh pesantren Al Mukmin Ngruki itu ke Solo.

Yusril Ihza Mahendra juga mengimbuhkan, kondisi kesehatan Abu Bakar Baasyir semakin menurun. Diantaranya  ditunjukkan dengan kondisi kaki yang membengkak sehingga harus dibantu tongkat untuk berjalan. Menurut Yusril, pembebasan Abu Bakar Baasyir ini merupakan pembebasan murni (tanpa syarat) dan tak ada pengamanan khusus selama ia menghirup udara bebas.