Didesak Mundur dari Jabatan Usai Namanya Dicatut Neneng, Begini Jawaban Santai Tjahjo Kumolo


SURATKABAR.ID – Pasca namanya disebut oleh Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah dalam sidang kasus suap izin Meikarta, semakin santer desakan agar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan tersebut sontak membuat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut gerah. Ia pun buka suara memberikan jawaban tak kalah pedas. Tjahjo mengatakan bahwa satu-satunya yang bisa memberhentikannya hanya presiden selaku pemilik otoritas atas jabatan tersebut.

“Saya nggak komentar itu. Yang bisa memberhentikan saya, ya, presiden,” sahut Tjahjo Kumolo tegas ketika ditemui usai menghadiri kegiatan Ditjen Dukcapil yang digelar di kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (15/1), dikutip dari Jawapos.com.

Terkait namanya yang disebut oleh Neneng Hassanah, ia menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi. “Enggak, saya enggak (terganggu). Hal yang wajar kok. Ya, menceritakan proses rapat apa adanya. Katanya ada yang minta ini, ada yang itu, ya wajar saja,” tutur Tjahjo.

Mantan Sekretaris Jenderal PDIP tersebut mengaku tak pernah menjalin komunikasi secara langsung dengan Neneng. Apalagi sampai bertemu muka. Ia mengklaim percakapan yang terjadi antara mereka berdua melalui telepon itu adalah yang pertama sekaligus yang terakhir.

Baca Juga: Terungkap! Sidang Saksi Perdana Digelar, Nama Tjahjo Kumolo Disebut Bupati Bekasi Minta Bantu Izin Meikarta

Sementara itu, di luar hal pekerjaannya sebagai menteri, Tjahjo dengan tegas mengaku tak pernah mengenal Neneng secara pribadi.

“Nggak pernah (berkomunikasi), ya di telepon itu saja. Selama ini saya nggak pernah ketemu dia. Ya, ketemu dia di acara-acara resmi Kemendagri saja. Kalau kenal secara pribadi, nggak pernah,” tegas Tjahjo.

Diberitakan sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberi komentar terkait pencatutan nama Tjahjo Kumolo dalam sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Adapun tanggapan tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @Ferdinand_Haean, Senin (14/1) lalu. Ia menuliskan harapannya agar Tjahjo segera memberikan klarifikasi atas fakta sebenarnya. Dan jika kabar itu benar, Ferdinand meminta Tjahjo segera mundur.

Mas @tahjo_kumolo mohon klarifikasinya, apakah ini benar? Jika benar, sebaiknya anda segera mundur dari jabatan anda.. Bupati Neneng Mengaku Diminta Tjahji Kumolo Muluskan Izin Meikarta,” kicau Ferdinand.