Konmari, Metode Beres-Beres Rumah dari Jepang yang Bikin Bahagia


 SURATKABAR.IDBiasanya, setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam merapikan rumah, mengepak barang dan sejumlah tata cara beres-beres lainnya. Di media sosial, salah satu metode yang kerap dibagikan oleh para netizen adalah seni menata rumah atau barang dengan metode Konmari yang berasal dari Negeri Sakura—Jepang. Pernah mendengar istilah ini? Jika belum, Anda bisa mengintipnya dengan mengetik pencarian tanda pagar (tagar) #konmari atau #konmarimethod.

Melalui hash tag tersebut, Anda akan mendapati banyak dari para netizen yang berbagi trik serta strateginya dalam menata ruang atau barang. Sebagai contoh, potret ruang tamu, kamar tidur, toilet, lemari, rak, kulkas, meja, dan lain sebagainya. Dari sejumlah unggahan akan terlihat “before” dan “after” baik penataan ruang dan barang.

Melansir Kompas.com, Minggu (13/01/2019), Metode Konmari saat ini sudah banyak diterapkan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Komunitasnya pun banyak tersebar di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, ada Komunitas Konmari Indonesia dengan akun Instagram@konmariindonesia, yang kini berganti nama menjadi @gemarrapi.

Apa itu Konmari?

Pada dasarnya, Metode Konmari merupakan sebuah gaya hidup dan cara berpikir yang mendorong seseorang untuk menghargai hal-hal kecil sehingga mendatangkan kebahagiaan dalam kesehariannya.

Rumah yang tertata dengan baik, apalagi jika disesuaikan dengan selera pemiliknya dapat menghadirkan kebahagiaan.

Baca juga: Jangan Tunda! 5 Barang Ini Wajib Anda Buang dari Kamar Mandi

View this post on Instagram

#PlasticFreeJulyWithKKI 10 Juli 2018 TIPS MEMBERSIHKAN RUMAH DENGAN MUDAH TANPA MENAMBAH SAMPAH -part 2- . *C. Manfaatkan Tenaga Matahari dan Angin* Ingatkah waktu kita kecil dulu, orang tua kita sering menjemur kasur dan bantal di luar rumah bila hari sedang panas dan cerah? Nah. Kebiasaan seperti itu rupanya baik untuk merawat kasur dan bantal dan menghilangkan tungau serta kuman. Namun, harus dihindari menjemur kasur dan bantal saat sinar matahari terlalu terik karena akan membuat busa kasur lebih cepat kempes. Selain itu, setelah menjemur jangan lupa untuk memukul dan mengibasi kasur denga sapu lidi untuk membantu mengeluarkan debu dan setelah itu gunakan sprei dan sarung bantal yang bersih. Selain untuk keperluan menjemur kasur dan bantal, gunakan juga sinar matahari dan udara pagi untuk mengganti dan menyegarkan ruangan dari udara yang sudah terperangkap semalaman. Buka jendela dan ventilasi udara ?? . *D. Biasakan Langsung Membersihkan dan Tidak Menunggu Sampai Sangat Kotor* Kadang kita menunggu sampai benar-benar kotor baru mulai membersihkan. Hal ini akan membuat kita mengeluarkan lebih banyak energi dan waktu. Apabila mengadopsi metode KonMari, maka seharusnya bersih-bersih rumah adalah pekerjaan yang ringan dan mudah. Kita hanya perlu meyisihkan waktu untuk berbenah besar-besaran 1 kali, lalu setelah itu hanya tinggal maintenance saja ??. Marie Kondo juga mengamati bagaimana para koki di restaurant menjaga dapur mereka agar senantiasa rapi. Ternyata mereka tidak pernah menunda membersihkan noda sekecil apapun. Begitu ada noda, langsung dilap ? . *E. Gunakan Pengharum Ruangan Alami* Setelah semuanya bersih, kita bisa tambahkan pengharum ruangan. Namun, pastikan bahwa pengharum ruangan yang digunakan merupakan pengharum yang natural dan tidak berbahaya. Plus tidak menghasilkan sampah ✨. Contohnya menggunakan bunga segar, bunga/buah/rempah kering (potpourri) dan essential oil. Potpourri selain dapat menyegarkan ruangan, dapat juga mengusir nyamuk dan serangga ?. Cara membuat potpourri sendiri bisa dicari di pinterest dan Google. Hindari pengharum ruangan yang aerosol karena mudah terhirup dan masuk ke pernafasan. #PlasticFreeJuly2018

A post shared by Gemar Rapi (@gemarrapi) on

Melihat segala sesuatu tertata dengan rapi, secara tak sadar dapat memunculkan kebahagiaan dan kenyamanan hidup.

Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli gaya hidup asal Jepang, Marie Kondo melalui bukunya berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up pada 2011.

Saking ampuhnya metode berbenah yang satu ini, Marie menjadi seorang konsultan terkemuka yang membantu para kliennya menyulap rumah mereka yang berantakan menjadi tempat tinggal yang damai dan menyenangkan.

Tak tanggung-tanggung, kepopuleran metode KonMari ini telah membawa Marie Kondo sampai Jerman dan Britania Raya melalui bukunya. Bahkan, mengutip Hipwee.com, karyanya tersebut telah terjual lebih dari 5 juta kopi di seluruh dunia.

Lebih jauh mengenai apa rahasia kebahagiaan yang terkandung dalam Metode beres-beres Konmari ini sampai-sampai bisa booming, yuk simak ulasan rinciannya sebagai berikut.

1. Komitmen diri

Sejatinya, berbenah merupakan tindakan ragawi. Jadi, kuatkan tekad untuk merapikan dan jadikan kesempurnaan sebagai target. Pastikan Kamu berkomitmen tinggi untuk melakukan kegiatan ini. Niat yang setengah-setengah dapat mengacaukan fokus dan semangatmu saat merapikan barang, atau membersihkan bagian rumah tertentu.

Sederhananya, berbenah alias beres-beres itu hanya terdiri dari dua aktivitas, yakni: putuskan untuk membuang suatu barang atau tidak, dan putuskan akan menyimpannya di mana.

2. Luangkan waktu khusus

Jadi Kamu memang perlu betul-betul meluangkan waktumu untuk berbenah. Sisihkan waktu khusus untuk berbenah rumah. Misalnya akhir pekan minggu ini Kamu luangkan waktu seharian penuh untuk membereskan kamar. Akhir pekan selanjutnya untuk membereskan dapur, dan begitu seterusnya.

Kata Marie, berbenah adalah kegiatan istimewa. Jadi jangan melakukannya setiap hari. Itulah yang Marie Kondo ucapkan saat mengawali kursus berbenah dengan para kliennya.

3. Rapikan sekaligus! Jangan sedikit-sedikit

Selain itu, berbenah dengan metode KonMari juga harus tuntas sekaligus dalam satu jangka waktu. Berbenah hanya ada dua jenis, yakni beres-beres harian (menggunakan dan mengembalikan sesuatu pada tempatnya) dan beres-beres khusus (merapikan rumahmu sesegera mungkin).

Inilah konsep utama KonMari yang membedakannya dengan metode berbenah lainnya, yaitu membereskan barang seluruhnya. Apalagi jika barang yang biasanya menumpuk tak karuan seperti pakaian. Coba tengok lemari atau laci bajumu. Apakah rapi? Tapi jika hari ini rapi dan keesokan harinya malah jadi berantakan lagi, perlu dibereskan secepatnya. Apalagi jika laci dan lemari masih tak bisa rapi.

Untuk itulah, penting sekali Kamu keluarkan semua benda yang Kamu miliki saat beres-beres dengan menggunakan metode KonMari. Merapikan rumah secara menyeluruh sama dengan berbenah secara menyeluruh. Dalam bahasa Jepangnya ikki ni (sekaligus). Marie bahkan menjamin, sekali pun misal Kamu termasuk orang yang pemalas atau ceroboh, jika berbenah dengan cara yang benar maka Kamu bisa terus mempertahankan kerapian.

4. Bayangkan gaya hidup ideal versimu

Sebelum memulai kegiatan, pastikan Kamu tahu hal-hal apa saja yang bisa membuatmu merasa nyaman, bahagia dan lebih baik. Simpan gambaran itu dan wujudkan saat mulai merapikan barang-barangmu.

Lalu, berdamailah dengan barang kenangan.

“Tidak peduli betapa indahnya suatu hal, kita tidak bisa hidup di masa lalu. Suka cita dan kebahagiaan yang kita rasakan saat ini adalah yang terpenting”.  

Berdamailah dengan barang-barang yang mengandung memori tersendiri di dalamnya. Jika barang kenangan itu nyatanya sudah tak lagi membuatmu bahagia, lalu untuk apa Kamu masih menyimpannya? Tak perlu merasa bersalah karena telah merelakan barang itu pergi. Tokh Kamu sudah menyimpan kenangan tersebut saat pertama kali menerima barang itu. Jangan merasa terbebani ya!

5. Sortir barang yang sudah tak terpakai

Rajin menyimpan barang sama saja dengan menimbun. Menyortir barang yang sudah tak digunakan merupakan faktor penting. Alasannya, salah satu penyebab rumah terlihat sumpek dan berantakan adalah dikarenakan banyaknya barang-barang yang sudah tak terpakai namun masih disimpan.

Itulah sebabnya, sortir dan pisahkan barang yang sudah tak terpakai untuk selanjutnya dikeluarkan.

Saat Marie merasa kamarnya tak kunjung rapi, ia akhirnya mengecek kembali setiap rak majalah, lemari maupun sekat-sekat di laci. Tahu penemuan yang ia dapatkan? Marie menemukan hampir sebagian besar barang-barang yang disimpannya adalah barang yang tidak ia butuhkan lagi!

Menyimpan barang di tempat yang tak kelihatan memunculkan ilusi seolah-olah situasi yang amburadul sudah teratasi. Secanggih-canggihnya sebuah produk penyimpanan benda (mulai dari lemari, rak, sekat-sekat, dsb), itu tidak akan pernah membuat setiap ruangan di rumahmu tetap rapi jika Kamu masih suka menyimpan barang-barang yang tak penting.

Selain itu, satu hal yang terpenting dalam metode ini adalah: hanya simpan barang yang memancarkan kebahagiaan. Ini merupakan prinsip dasar dalam Metode Konmari. “Choose the things that sparks joy when you touch it.”

Tanyakan pada diri sendiri, apakah sesuatu yang Kamu miliki ini benar-benar membawa kebahagiaan atau tidak untukmu. Saat Kamu sedang menyeleksi barang milikmu, tanya diri sendiri dan rasakan, bahagiakah Kamu saat menyentuhnya? Jika ya, maka simpanlah barang tersebut. Kalau tidak, relakan dia pergi dan buang.

6. Rapikan berdasar jenis dan kategori, bukan lokasi

Marie menyadari bahwa berbenah berdasarkan lokasi adalah kesalahan fatal! Akar masalahnya cukup sederhana, orang sering menyimpan jenis barang yang sama di lebih dari satu tempat. Sehingga, saat berbenah berdasarkan tempat secara terpisah, semata-mata Kamu hanya akan mengulangi pekerjaan yang sama di banyak tempat. Hasilnya Kamu jadi terus menerus berbenah tanpa henti.

Dalam membereskan rumah, jangan mulai dari lokasi. Misal, Kamu ingin merapikan kamar terlebih dahulu, kemudian dapur, ruang keluarga, dan sebagainya. Jangan begini. Sebaliknya, lakukan cara berikut.

Mulailah dengan jenis yang ingin Kamu rapikan. Misalnya, pakaian, dokumen, alat rias, buku, alat-alat dapur, dan sebagainya. Sebabnya, karena bisa saja keberadaan jenis-jenis barang ini sudah tersebar di beberapa ruangan.

7. Gunakan metode yang sama agar cocok dengan kepribadian

Mengapa ada banyak orang yang tidak bisa mempertahankan kerapian mereka? Marie Kondo menjawab pertanyaan ini dalam buku saktinya dan jawabannya adalah ya. Ada banyak panduan tentang beres-beres dan penyebab seseorang sulit untuk mempertahankan kerapiannya. Dan, katanya, Kamu harus memilih metode beberes sesuai karaktermu.

Hasilnya, kebanyakan orang akhirnya menyimpulkan bahwa ia tak bisa rapi karena metode yang digunakannya tak sesuai dengan karakternya. Nah, pernyataan itu dengan tegas ditolak oleh Marie Kondo. Karena seperti apa pun karaktermu, jika berbenah diawali dengan cara membuang maka benda yang dibereskan pasti berhasil.

Marie telah melakukan analisis selama lima tahun lebih terhadap kliennya yang tentu memiliki karakter yang berbeda-beda, mulai dari tipe tidak tega membuang, tipe lalai mengembalikan, maupun tipe kombinasi (gabungan dari tidak tega membuang dan lalai mengembalikan).

Maka solusi yang paling ampuh adalah membuang dan menentukan di mana harus menyimpan barang, diantara keduanya membuang harus didahulukan.

8. Jangan gantung semua, tapi lipatlah

Ciri khas dalam Metode Konmari ialah seni melipat pakaian yang sangat khas. Pakaian dilipat agar bisa ‘berdiri’ daripada diletakkan datar. Dengan posisi ini, Kamu dapat melihat seluruh pakaian yang ada di lemarimu tanpa melewatkan yang lainya.

Kenapa harus dilipat? Karena, tak semua pakaian akan cocok dan tepat untuk digantung, seperti jaket, gaun, dan yang lainya. Marie Kondo berpesan untuk menggantung pakaian yang memang akan ‘merasa bahagia’ jika digantung, seperti dilansir dari IDNTimes.com.

9. Mulai berbenah berarti membuka lembaran hidup baru

Tentu tak nyaman rasanya jika Kamu bekerja atau belajar di tempat yang berantakan. Bandingkan sendiri bagaimana rasanya bekerja di tempat yang rapi bersih, dengan di tempat yang amburadul dan berantakan.

Marie Kondo bilang membenahi ruangan bukan berarti ampuh untuk menenangkan pikiran yang resah. Sekali pun kegiatan bersih-bersih ini sangat bermanfaat, bisa jadi inti masalah yang menyebabkan pikiran kita resah belum ditangani dengan benar. Tapi malah teralihkan dengan kegiatan beres-beres. Karena, berbenah adalah sarana, bukan tujuan akhir.

Namun, begitu Kamu mulai berbenah, lembaran baru dalam hidupmu pasti terbuka. Hasilnya, hidupmu pun akan ikut berubah! Tegasnya, semakin cepat Kamu membenahi ruanganmu maka semakin cepat pula Kamu menghadapi persoalan-persoalan yang sangat penting dalam hidupmu. Sejatinya, tujuanmu adalah merumuskan gaya hidup yang benar-benar diinginkan saat rumahmu sudah rapi dan teratur. Yuk, mulai dulu dari sekitar kamarmu. Sudahkah segalanya tertata dengan rapi dan membuatmu lebih berbahagia?