Soal Harga Tiket Pesawat yang Melambung Tinggi, Menhub Imbau Masyarakat Berikan Toleransi


SURATKABAR.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kenaikan harga tiket pesawat. Kemenhub mengklaim hal tersebut masih dalam batas wajar dan juga sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, seperti yang diwartakan Kumparan.com pada Sabtu (12/1/2019), mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tak terlalu berlebihan dalam merespon hal tersebut. Ia juga meminta masyarakat dapat lebih berbesar hati dan menerima kebijakan dari maskapai.

“Jadi saya imbau masyarakat, siapa pun juga untuk memberikan toleransi. Tetapi airline juga menaikkan jangan terlalu tinggi. Jadi ada suatu harga tertentu di mana airline bisa menutup ongkos, tetapi warga tidak merasakan suatu kenaikan yang berlebih,” ujar Budi Karya ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/2).

Selama ini, menurut Budi Karya, terjadi persaingan yang tak sehat antar maskapai, di mana masing-masing terlibat dalam perang harga. Ia pun menilai, saat ini ketegangan tersebut mulai reda dan harga sudah kembali ke level normal.

Baca Juga: Cuma Butuh Waktu Terbang 80 Detik Saja, Pesawat Ini Punya Rute Terpendek di Dunia

Namun imbasnya, masyarakat justru seolah merasakan harga tiket pesawat menjadi melambung tinggi dan kian tak ramah di kantong. Hal tersebut diakui Budi Karya. Ia menyadari akibat kenaikan harga tiket pesawat, masyarakat banyak yang mengeluh.

Akan tetapi di sisi lain, Budi menyatakan bahwa, pemerintah juga harus lebih memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan. Caranya, dengan memastikan industri ini bisa bertahan. Terlebih lagi, menurutnya, cukup banyak industri penerbangan di beberapa negara yang mengalami kebangkrutan.

Meski harga tiket mengalami peningkatan, Budi Karya menyebut daya beli masih terbilang baik. Sehingga, ia menyebut, kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi saat ini masih termasuk dalam jangkauan konsumen umum.

“Saya pikir daya beli masyarakat masih masuk dalam harga pokok mereka. Jadi batas atas itu masih bisa menjangkau kebutuhan mereka,” pungkas Budi Karya dengan tegas.