Heboh Serangan Maut Caroang yang Tewaskan Nelayan Pangandaran, Seperti Inilah Sosoknya. Tak Beracun Tapi…


SURATKABAR.ID – Warga setempat dibuat bertanya-tanya terkait kasus serangan maut ikan Caroang alias Cendro yang sampai menewaskan Andri (40), nelayan di Kabupaten Pangandaran. Ikan perenang cepat tersebut memang bukan jenis yang banyak dikenal masyarakat umum.

Caroang, seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Sabtu (12/1/2019), memiliki nama Latin Tylosurus crocodilus. Di luar negeri, Caroang lebih dikenal dengan sebutan Houndfish (ikan anjing). Ada juga yang menyebutnya Crocodile Needlefish (ikan buaya jarum).

Julukan-julukan menyeramkan itu memang sangat cocok untuk menggambarkan sosok Caroang. Ikan ini memang memiliki badan bulat memanjang seperti batang pohon. Mulutnya yang lancip disempurnakan dengan deretan gigi-gigi tajam yang siap mengoyak mangsa.

Karakter Caroang sebagai ikan pelari cepat ditambah kemampuannya melompat ke permukaan, bukan tidak mungkin ia melukai hingga berakibat fatal. Bahkan di kalangan pemancing profesional, ikan satu ini cukup ditakuti karena sifatnya yang agresif dan berpotensi melukai.

Mereka tergolong ikan pelagis atau hidup di permukaan yang suka menyendiri atau hanya berkumpul dalam grup-grup kecil. Terutama dapat ditemui di sekitar perairan pantai dan terumbu karang. Mereka memiliki karakter fototaksis positif yang membuatnya sangat tertarik pada sumber cahaya.

Baca Juga: Pasang Listrik di Sawahnya untuk Jebak Hama Tikus, Sang Pemilik Dibuat Syok Saat Datang Pagi-Pagi

Hidup dan banyak ditemukan di Samudera Hindia serta Samudera Pasifik, ikan ini banyak diburu para pemancing tradisional di tepian pantai di daerah Pangandaran dan Cilacap. Caroang bisa mencapai berat maksimal 4,5 kg dengan panjang 1,5 meter.

Somantri Sanjaya (31), yang memiliki hobi memancing ini menceritakan bahwa Caroang adalah ikan yang sangat populer di kalangan para pemancing tradisional di Pangandaran. Menurutnya, banyak warga terbiasa memancing Caroang di sekitar hutan Cagar Alam Pananjung, mengingat tempat itu adalah salah satu habitat Caroang.

Untuk memancing Caroang, Somantro menyebut ada teknik khusus. “Memang memancing ikan ini butuh teknik khusus. Agar tidak agresif saat diangkat, biasanya dibiarkan lelah dulu 5 sampai 7 menit,” tutur Somantri.

Diberitakan sebelumnya, Andri Susanto (40), seorang nelayan meregang nyawa usai mendapat serangan dari Caroang ketika tengah menyelam mencari lobster di kawasan Perairan Batu Bodas, Cagar Alam Pangandaran, pada Jumat (11/1) kemarin.

Andri disebutkan menyelam dengan membawa senter. Hal tersebutlah yang kemudian diduga menjadi pemicu meningkatnya agresivitas ikan Caroang yang kebetulan ada di sekitarnya sehingga kemudian melakukan serangan mematikan.