Langka! Israel Temukan Mineral yang Sebelumnya Hanya Ada di Luar Angkasa


SURATKABAR.IDSurat kabar Israel—Haaretz—melaporkan bahwa sebuah perusahaan pertambangan di sana telah menemukan mineral langka. Padahal, sebelumnya mineral langka ini diketahui hanya ada di luar angkasa. Jenis mineral langka yang diberi nama carmeltazite tersebut secara resmi ditambahkan ke dalam daftar mineral pekan ini. Hal ini dilakukan setelah izin International Mineralogical Association (IMA) dikantongi.

Menukil OkeZone.com, Sabtu (12/01/2019), Taub Avi selaku direktur perusahaan eksplorasi tambang Israel terkemuka bernama Shefa Yamim menyebutkan mineral itu ditemukan oleh perusahaannya di bebatuan vulkanik di Lembah Sevulun, Israel utara.

Mineral langka yang diberi nama carmeltazite ini ditemukan menempel di batu safir—yang diketahui umum sebagai mineral tersulit kedua setelah berlian. Batu terbesar yang ditemukan sejauh ini bernilai 33,3 karat.

Ada alasan di balik pemberian nama carmeltazite tersebut. Putusan itu dilakukan karena mineral langka ini ditemukan di dekat Gunung Carmel—yang kemudian digabungkan dengan unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur-unsur yang terkandung di dalam mineral langka tersebut adalah titanium, aluminium dan zirconium.

Jenis Mineral Langka

Suatu mineral baru bisa dikategorikan sebagai jenis yang langka jika komposisi dan struktur kristal serta sifat-sifatnya jauh berbeda dari spesies mineral yang ada. Hal ini disampaikan oleh Komisi IMA yang bekerja menangani mineral baru dan penamaan mineral.

Baca juga: Kisah Galileo Galilei, Dikucilkan Gereja Akibat Membela Sains

Kendati setiap tahun komisi itu mengeluarkan surat izin bagi banyak mineral yang baru ditemukan, namun pengesahan carmeltazite ini menarik perhatian media Israel dan internasional. Pasalnya, jenisnya termasuk langka.

Laman mining.com mengungkapkan, penemuan mineral ini akan membuat perusahaan tambang batu permata itu meningkat, dan ‘lebih bernilai dari sebelumnya’, demikian mengutip TribunNews.com.

Perusahaan itu telah mengantongi merek dagang dari pemerintah Israel untuk memasarkan batu-batu yang disebut sebagai Carmel Sapphire.

Menurut surat kabar Haaretz, akan ada banyak orang yang tak ragu merogoh kocek dalam-dalam untuk memilikinya, jika mineral baru tersebut dilempar ke pasar perhiasan.

“Kami sudah menyiapkan desainnya,” ujar Avi.