Inikah Sebabnya Belalang dan Jangkrik ‘Menyerbu’ Mekah?


SURATKABAR.ID – Serbuan ribuan serangga berupa jangkrik dan belalang yang menginvasi kota suci Makkah, Arab Saudi membuat kaget para pengunjung Masjidil Haram. Di sepanjang pekan, serangga-serangga tersebut terus saja berdatangan. Bahkan video serta foto ribuan jangkrik dan belalang itu kini ramai dibagikan di media sosial.

Seorang jemaah pada Selasa (08/01/2019) lalu menyebutkan bahwa jangkrik memenuhi Masjidil Haram, bahkan sampai ke dekat Kakbah. Demikian seperti dikutip media Arab, The National melalui laporan Kumparan.com, Sabtu (12/01/2019).

“Pada Sabtu malam saya salat di Masjidil Haram dan serangga di mana-mana, masjid seperti mengundang mereka, tidak hanya di pekarangan, bahkan di sekitar Kakbah,” ujar seorang warga bernama Abdulwhab Soror (64).

Menurutnya, seumur-umur dirinya hidup di tanah tersebut, baru sekaranglah terjadi fenomena ini.

“Saya telah hidup di Makkah seumur hidup dan tidak pernah menyaksikan hal seperti ini,” tandas Abdulwhab Soror.

Baca juga: Ustaz Arifin Ilham Dibawa ke RS Penang dengan Jet Pribadi, Milik Siapa?

Fase ‘Dingin’ Mekah

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Pemerintah Kota Makkah. Dalam pernyataannya, Pemkot Makkah mengungkapkan serangga-serangga itu sebagai “belalang hitam”. Pihak mereka menyebutkan jangkrik dan belalang itu sedang dalam tahap migrasi.

Hamed bin Mohamed Metwally, profesor fisiologi di Universitas Umm Al-Qura menjabarkan kepada media Palestina, Sawa News, bahwa keberadaan jangkrik dan belalang memang bisa meningkat pada waktu dingin. Dan mereka akan berangsur menghilang dalam empat hingga enam minggu kemudian.

Memang benar adanya bahwa saat ini kota Makkah sedang dalam fase “dingin”. Berdasarkan data cuaca dari situs Accu Weather, sejak awal 2019 sampai sekarang cuaca di Mekah berada di kisaran antara 31 derajat Celcius di siang hari. Sedangkan memasuki malam harinya, cuaca berubah menjadi 22 derajat Celcius di malam hari.

Biasanya kota suci umat Islam ini punya temperatur sangat tinggi di musim panas. Bahkan sering kali mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di siang harinya. Sementara pada bulan November hingga Januari, hujan ringan di Makkah biasanya turun.

Pembasmian oleh 22 Tim

Kebanyakan warga mengeluhkan keberadaan serangga-serangga itu. Suara jangkrik yang berisik dianggap mengganggu tidur mereka.

Untuk membersihkan serangga-serangga itu, Makkah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 orang untuk membasminya. Mereka membawa sekitar 111 alat pembasmi.

Dalam berbagai foto dan video yang beredar, tim ini menyemprotkan asap di Masjidil Haram dan sekitarnya sehingga membuat jangkrik-jangkrik itu mati. Sementara petugas lainnya menyapu bangkai-bangkai serangga itu.

“Kami fokus di tempat-tempat reproduksi dan berkembang biak serangga, selokan, dan sumber air terbuka di lapangan sekitar Masjidil Haram dan seluruh toilet di masjid,” ujar pernyataan Pemerintah Kota Makkah.

Lebih lanjut, Jacky Judas, penasihat masalah lingkungan di WWF dan lembaga pelestari alam Emirates Nature mengaku terkejut atas fenomena yang terjadi. Menurut pengakuannya, ini merupakan kali pertama dirinya melihat fenomena seperti ini.

“Ini adalah kali pertama saya melihat spesies ini dalam jumlah besar,” ucapnya kepada The National.

Pendapatnya, serangga-serangga ini mungkin berasal dari suatu peternakan serangga di Jazirah Arab yang sengaja dikembangbiakkan untuk pangan burung. Selain itu, Judas menduga ada beberapa serangga yang lepas hingga lantas menyebar ke Mekah.