Tak Pernah Terjadi Sebelumnya! Masjidil Haram Diserang Serangga, Pakar Satwa Liar Beri Penjelasan Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Serangga dalam jumlah besar tiba-tiba menyerbu kompleks Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. Peristiwa tersebut tentu saja membuat warga setempat terheran-heran. Pasalnya, fenomena semacam ini disebut-sebut tak pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir Detik.com dari Gulf Business dan The National, Jumat (11/1/2019), serangan jangkrik hitam di Masjidil Haram menyebabkan publik bertanya-tannya. Media sosial dipenuhi foto dan video yang merekam kawanan jangkrik memenuhi dinding, lantai, hingga di pakaian para jamaah di lokasi.

Menggunakan tagar #jangkrik dalam Bahasa Arab, para pengguna media sosial mengungkapkan rasa jijiknya ketika menyaksikan insiden yang bisa dibilang sangat tidak biasa itu. Mereka menuntut penjelasan terkait penyebab serangga-serangga itu menyerbu Masjidil Haram.

“Pada Sabtu (5/1) malam, saya sedang salat di Masjidil Haram dan serangga ada di mana-mana, masjid dimasuki serangga-serangga, tidak hanya di halaman, tapi juga di sekitar Kakbah,” ungkap Abdulwhab Soro (64) kepada media Uni Emirat Arab, The National.

Tak hanya membuat warga setempat kebingungan, fenomena semacam ini juga sukses membuat heran pakar satwa liar. Dr. Jacky Judas, selaku manajer dan penasihat ilmiah untuk keberagaman hewan dan tumbuhan di Bumi di WWF dan Emirates Nature, buka suara.

Baca Juga: Subhanallah! Nekat Tawaf di Tengah Banjir Saat Usia 12 Tahun, Kisahnya Bikin Merinding

Ia mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama bagi dirinya melihat secara langsung fenomena serangan serangga di Masjidil Haram. Dr. Judas mengaku sangat terkejut ketika mendapati begitu banyak jangkrik hitam berkumpul di satu titik.

“Ini merupakan kali pertama bagi saya untuk melihat spesies ini dalam jumlah besar. Saya tidak terkejut jika orang-orang mengatakan hal yang sama. Saya tidak pernah melihat spesies ini dalam jumlah sebanyak ini,” tuturnya kepada The National.

Menurut Dr. Judas, fenomena janggal ini bisa saja berasal dari area-area bisnis di Semenanjung Arab yang mengembangbiakkan jangkrik jenis itu untuk pakan burung. Beberapa ekor jangkrik, disebutnya, bisa saja kabur dari penangkaran, lalu menyebar ke Makkah.

Ia menyatakan dirinya tengah melakukan penelitian lebih dalam terkait spesies yang menyerang Masjidil Haram tersebut. Namun kemudian ia menyebut jangkrik-jangkrik itu mungkin saja memiliki kaitan dengan jangkrik spesies Gryllus campestris.

“Ini bisa jadi sebuah insiden, di mana satu pengembangbiakan dalam penangkaran kabur dan menyebar dalam jumlah besar. Atau mungkin juga ada kondisi khusus yang membantu perkembangan dan pembiakan spesies ini. Tapi saya tidak tahu apa itu,” tandas Dr. Judas tegas.

Untuk mengatasi insiden luar biasa tersebut, Emirat Provinsi Makkah menurunkan 22 tim dengan anggota 138 petugas untuk membasmi jangkrik-jangkrik itu. Tak hanya melakukan membersihan, para petugas juga mengasapi dengan desinfeksi pada saluran-saluran air di kompleks Masjidil Haram dan jalanan di Kota Makkah, yang disinyalir menjadi area reproduksi serta pembiakan serangga-serangga itu.