Pasang Listrik di Sawahnya untuk Jebak Hama Tikus, Sang Pemilik Dibuat Syok Saat Datang Pagi-Pagi


SURATKABAR.ID – Idi (74), warga Dusun Banjangan, Desa Tambak Menjangan, Kecamatan Sarirejo, Lamongan, meregang nyawa usai tersetrum aliran listrik pada Kamis (10/1) lalu. Korban terkapar di area sawah milik Mansur (68) tetangganya.

Diwartakan Tribunnews.com pada Kamis (10/1/2019), menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban memang selalu bertandang ke sawah setiap pagi pukul 04.00 WIB guna menengok perkembangan tanaman padi miliknya.

Setelah memeriksa padinya, Idi biasanya langsung pulang begitu matahari terbit dan sarapan pagi. Namun pagi kemarin, korban tak juga kembali ke rumah. Hal tersebut tentu membuat keluarga bertanya-tanya. Hingga akhirnya kabar meninggalnya Idi sampai ke telinga keluarga.

Saksi yang pertama kali mengetahui kondisi korban adalah sang pemilik sawah, H. Mansur. Pagi itu, ia juga menengok sawahnya yang ditanami padi. Selain itu, Mansur juga memantau perkembangan tanamannya yang ada di lingkungan sawah yang dipasang aliran listrik sebagai jebakan tikus.

“Memang ini hama tikus sudah sangat mewabah,” ungkap Kapolsek Sarirejo AKP Gunawan ketika dimintai tanggapan terkait kasus yang menimpa korban.

Baca Juga: Pelaku Penikaman Hingga Tewas Andriana Noven Disebut Telah Tertangkap, Fakta Sebenarnya Bikin Meradang

Ketika saksi menyusuri pematang sawah, ia mendapati Idi sudah dalam kondisi tertelungkup di pinggir sawah miliknya, di mana ia pasangi aliran listrik jebakan tikus. Mansur pun bergegas melaporkan hasil temuannya ke Kepala Dusun Bajangan Ubaidilah.

Informasi dari saksi dilanjutkan ke Polsek Sarirejo dan Koramil 0812/25 Sarirejo untuk ditindaklanjuti. Setelah itu, anggota Polsek Sarirejo, Babinsa Koramil Sarirejo dan Bidan Desa Tambak Menjangan langsung mendatangi TKP dan melakukan evakuasi setelah sebelumnya memastikan korban telah meninggal dunia akibat tersetrum listrik.

Diungkapkan AKP Gunawan, pihak keluarga korban mengaku menerima kenyataan bahwa meninggalnya Idi murni kecelakaan karena tersetrum listrik.

Sementara itu, Mansur selaku sang pemilik sawah tempat di mana Idi meregang nyawa, bersedia mengulurkan bantuan biaya pemakanan dan juga biaya kirim doa hingga 1000 hari peringatan kematian Idi.