Terciduk! Polisi Sita Rp 500 Juta dari Dua Pengedar Uang Palsu


SURATKABAR.IDDua orang pengedar uang palsu telah ditangkap oleh Polres Dumai, Riau. Dari tangan pelaku, polisi menyita uang palsu Rp 500 juta hari ini, Jumat (11/01/2019). Diduga bahwa dalam pengungkapan kasus uang palsu ini, ada keterlibatan oknum anggota polisi.

“Terkait dugaan keterlibatan anggota polisi, penyidik masih melakukan pengembangan. Oknum tersebut bertugas di Polres Bengkalis berinisial E,” tukas Kapolres Dumai AKBP Restika Nainggolan, Jumat (11/01/2019). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com hari ini.

Dua pelaku yang berhasil ditangkap berinisial MF (28), warga Kota Dumai dan RW (33) warga Kabupaten Bengkalis.

Restika menyebutkan, terkuaknya kasus peredaran uang palsu ini berawal dari laporan masyarakat. Diketahui, pelaku MF menyimpan uang sebanyak Rp 27 juta.

“Setelah Tim Opsnal melakukan penyelidikan, tersangka MF ditangkap di rumah mertuanya di Jalan Siliwangi, Gang Sentosa, Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai pada Sabtu (05/01/2019) lalu,” urai Restika.

Baca juga: Gugat Cerai Istri, Pria Ini Bayar Uang Nafkah Rp 153 Juta Pakai Receh

Berdasarkan hasil penggeledahan, petugas menemukan uang palsu sebesar Rp 27 juta. Uang itu ditemukan di belakang rumah mertuanya.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan, tersangka MF mengaku uang palsu itu diperoleh dari RW, warga Kabupaten Bengkalis.

“Tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap RW di Kelurahan Deluk, Kecamatan Bantan, Bengkalis. Petugas menyita uang palsu Rp 479.300.000 yang disimpan pelaku di rumahnya,” beber Restika.

Menurut pengakuan tersangka RW ini, uang palsu didapat dari oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Bengkalis.

Sejauh ini pihak kepolisian Polres Dumai masih melakukan pengembangan dan penyelidikan, baik peredaran dan percetakan uang palsu, serta keterlibatan oknum polisi terkait.

“Kami akan melakukan pemeriksaan ke percetakan, serta melakukan pemeriksaan saksi ahli dari Bank Indonesia dan gelar perkara untuk mengembangkan pelaku lainnya,” pungkas Restika.