Bagaimana Cara Kerja Enkripsi End-to-end Pada WhatsApp?


SURATKABAR.IDSebagai sistem keamanannya, aplikasi pesan WhatsApp mempunyai sistem enkripsi end-to-end (E2EE) sebagai sistem keamanannya. Menurut laman businesstoday.in, Senin (08/01/2019), sistem ini memastikan bahwa hanya pengguna dan orang yang berkomunikasi dengannya saja yang dapat melihat pesannya.

Melansir Tekno.Tempo.co, Jumat (11/01/2019), sistem E2EE menjadi bagian dari kehidupan digital. Sistem ini ialah mekanisme keamanan definitif yang melindungi data pribadi pengguna. Dengan demikian, data hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima, tak ada orang lain, termasuk peretas atau pemerintah, yang dapat mengintip dan membaca data yang dienkripsi.

WhatsApp diketahui menggunakan Signal Protocol yang dikembangkan organisasi perangkat lunak asal Amerika, Open Whisper Systems. Berikut cara kerja dari E2EE saat dua orang berkomunikasi melalui WhatsApp:

Baca juga: Ciamik! 7 Tempat di Bumi Ini Membentuk Pola Unik Jika Dipotret dari Atas Pesawat

  1. Sewaktu pengguna pertama kali membuka WhatsApp, dua kunci berbeda dibuat. Proses enkripsi berlangsung di telepon itu sendiri.
  2. Kunci pribadi harus tetap bersama pengguna, sedangkan kunci publik ditransfer ke penerima melalui server WhatsApp yang terpusat.
  3. Kunci publik mengenkripsi pesan pengirim di telepon, bahkan sebelum mencapai server yang terpusat.
  4. Server hanya digunakan untuk mengirimkan pesan terenkripsi. Pesan hanya dapat dibuka oleh kunci pribadi penerima. Tak ada pihak ketiga, termasuk WhatsApp tak dapat mencegat dan membaca pesan.
  5. Jika seorang hacker mencoba meretas dan membaca pesan, mereka akan gagal karena enkripsi.
Kenalkan Fitur Fingerprint untuk Android

Selain sistem E2EE ini, kabar terbarunya, aplikasi pesan WhatsApp juga akan menghadirkan fitur keamanan menggunakan sidik jari (fingerprint). Menurut laporan dalam businesstoday.in, Rabu (09/01/2019), fitur tersebut hadir untuk WhatsApp versi smartphone Android, seperti dilaporkan laman businesstoday.in.

Fitur itu terlihat setelah perusahaan meluncurkan pembaruan WhatsApp untuk Android 2.19.3 melalui Program Google Play Beta. Setelah fitur tersedia untuk semua, pengguna WhatsApp harus mengautentikasi identitas jari mereka setiap kali ingin membuka aplikasi.

Informasi fitur baru itu dipertegas oleh WABetaInfo melalui akun Twitter-nya.

“Aplikasi besutan Facebook itu akhirnya mulai bekerja pada fitur otentikasi di Android, menggunakan sidik jari Anda. Pengerjaan fitur ini masih dalam proses dan masih perlu ditingkatkan,” tulis WABetaInfo.

WhatsApp sebelumnya telah bekerja untuk mengimplementasikan fitur ID Wajah dan ID Sentuh pada iOS, namun hingga kini tidak menjalankannya. Tapi untuk Android ini, WhatsApp akan benar-benar mengaktifkan fitur sidik jari.

Setelah hadir pada Android, fitur ini juga akan tersedia di pembaruan iOS yang akan datang. Mekanisme otentikasi sidik jari akan menambah lapisan keamanan tambahan, lantaran pengguna WhatsApp harus mengautentikasi diri mereka sendiri setiap kali mereka membuka aplikasi.