Geger! Punya 6 Istri& 19 Anak, Kanjeng Sultan Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur


SURATKABAR.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru spiritual membuat warga Kebumen, Jawa Tengah, geger. Kasus ini terjadi di sebuah padepokan, Desa Tempakyang, Kecamatan Adimulyo. Guru spiritual tersebut bernama Kiai Syawal alias Kanjeng Sultan (HS). Pria yang berusia 53 tahun ini diketahui memimpin padepokan di Kebumen. Ia terpaksa digelandang polisi lantaran diduga telah mencabuli anak di bawah umur.

Menukil Dream.co.id, Kamis (10/01/2019), para korban rata-rata menuruti permintaan Kanjeng Sultan karena ingin menyelamatkan keluarganya dari musibah. Tak hanya pencabulan, ajaran padepokan milik Kanjeng Sultan itu juga dinilai aneh oleh warga setempat.

Pada kasus kejahatan yang ditudingkan kepadanya itu misalnya, Kanjeng Sultan diduga menjerat para korban dengan menjanjikan surga kepada keluarga korban.

Polisi mengungkapkan, para korban Kanjeng Sultan rata-rata gadis berusia 17 tahun. Kebanyakan dari korban menuruti permintaan Kanjeng Sultan karena ingin keluarganya terselamatkan dari malapetaka dan marabahaya.

Kasus ini terkuak usai Kanjeng Sultan menikahi seorang gadis pada 12 Desember 2018 lalu. Sebelum berhubungan badan, Kanjeng Sultan berkata kepada korban itu bahwa tindakan mereka akan menyelamatkan seluruh keluarga sang gadis di Kecamatan Klirong dari siksa neraka.

Baca juga: Mengaku Nabi dan Ganti Kalimat Syahadat, Ajaran Sesat Sensen Komara Ditangani TNI

“Nah pada saat pernikahan itu, orang tua korban tidak tahu. Pernikahan itu tanpa seizin orang tua korban,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, dilansir dari Liputan6.com, Rabu (09/10/2019).

Anaknya 19 Orang

Namun pada akhirnya para gadis itu curiga. Beberapa gadis yang menjadi korban pencabulan melaporkan peristiwa yang mereka alami ke polisi. Tak ayal, Kanjeng Sultan lantas ditangkap di rumahnya pada Minggu (06/10/2019) lalu.

Warga sekitar sontak terkejut mendengar kabar penangkapan tersebut. Pasalnya, selama ini warga mendengar lantunan sholawat dari padepokan yang bertembok tinggi itu.

Kendati demikian, menurut salah satu warga Desa Tepakyang bernama Salukman, banyak warga yang tak mengetahui ajaran padepokan tersebut. Kata Salukman, para santri Kanjeng Sultan berasal dari luar desa. Setahu Salukman, Kanjeng Sultan memperistri beberapa murid di padepokannya. Jumlahnya tak lebih tak kurang sebanyak enam orang.

“Istrinya lima atau enam orang. Anaknya 19, yang paling besar sekolah Madrasah Aliyah,” tutur Salukman.