Pelaku Penikaman Hingga Tewas Andriana Noven Disebut Telah Tertangkap, Fakta Sebenarnya Bikin Meradang


SURATKABAR.ID – Pelaku penikaman yang mengakibatkan seorang siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven Cahya (18) tewas mengenaskan dikabarkan berhasil diringkus. Kabar penangkapan tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram @lambe_turah pada Selasa (8/1) malam.

Akun @lambe_turah, dilansir dari laman Tribunnews.com pada Rabu (9/1/2019), menyebut bahwa pelaku sudah tertangkap. Sementara itu disebutkan motif oembunuhan disebabkan lantaran pelaku cemburu. Dalam postingan, akun itu juga menyertai foto diduga pelaku bareng korban semasa hidup.

Alhamdulillah pelaku pembunuhansiswi SMK di Bogor sudah ketemu. Ternyata motifnya adalah cemburu. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Semoga tenang kau di sana dek,” demikian bunyi unggahan @lambe_turah.

Namun hanya berselang beberapa jam setelah diposting, unggahan itu langsung dihapus. Dan tanpa diduga, pria dalam foto yang disebut-sebut sebagai pelaku penikaman hingga tewas Andriana Noven ikut buka suara.

Pemuda bernama Astephen, melalui akun Facebook dan Instagram miliknya @astephenp, yang dituduh sebagai pelakupembunuhan memberikan keterangan. Ia dengan tegas mengatakan sama sekali tidak tahu menahu tentang insiden yang menimpa Andriana.

Baca Juga: Pasangan Sejoli Tewas Tanpa Busana di kamar Hotel, Tak Disangka Begini Postingan Terakhir Si Pria. Petunjukkah?

Dalam postingannya, ia mengaku tengah berada di bandung ketika peristiwa penikaman terhadap Andriana terjadi. Astephen juga menampik kabar yang menyebutkan bahwa ia memiliki hubungan percintaan dengan Adriana.

Ia menjelaskan, saat ini hubungannya dengan Andriana hanyalah sebatas sahabat. Astephen pun mengimbau kepada masyarakat dan pengguna media sosial untuk tak mudah mempercayai dan menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ini hoax, saya bisa tuntut anda yang menyebarkan hoax ini. Saya berada d Bandung dari tanggal 3 sampai sekarang. Saya baru tahu kejadiannya sore lewat seorang teman korban. Hubungan dengan korban sudah berhenti sejak lama. Banyak bisa bertanya terlebih dahulu sebelum ngepost. Anda merusak nama baik saya dan saya ingin menyelesaikan dengan baik-baik jadi tolong berhenti sebarkan hoax ini. Saya tidak tahu apa-apa dan d tuduh. Saya harap segera dihapus. Perlu info lebih lanjut tanyakan ke teman dekat dari korban…,” demikian tanggapan Astephen.

Sementara itu, terkait pelaku pembunihan Andriana, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengungkapkan pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti penting.

Termasuk ciri-ciri pelaku penusukan di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor, RT 4 RW 3, Kelurahan Baranagsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (8/1) pukul 16.00 WIB. Hendri menegaskan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif.

“Kita berharap secepatnya tergantung, karena ini kan memerlukan proses. Ada empat saksi yang sudah diperiksa. Barang bukti yang diamankan, pisau, baju korban, petunjuk rekaman CCTV yang sudah kita ambil juga walaupun tidak terlihat jelas, namun secara kasat mata ciri-ciri pelaku terlihat jelas di situ,” ujar Hendri tegas.