Tanggapi Kasus Vanessa Angel di Medsos, Afi Nihaya Faradisa Lagi-Lagi Jadi Sorotan


SURATKABAR.ID – Wanita muda yang dulu pernah merebut perhatian publik lantaran kasus plagiarisme, Afi Nihaya Faradisa, kini kembali menjadi sorotan. Ia kembali diperbincangkan setelah membagikan tulisannya tentang kasus dugaan prostitusi online yang menyeret dua nama artis FTV, VA dan AS.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Selasa (8/1/2019), Afi menuliskan beberapa poin terkait kasus tersebut. Di poin pertama, ia menganalogikan kasus VA tersebut seperti hukum pasar di bidang ekonomi.

Lalu pada poin kedua, Afi kembali menyayangkan aksi para warganet yang berjamaah melakukan aksi bullying, baik kepada VA maupun AS. Selain itu, ia juga mengaku kecewa lantaran kasus tersebut justru viral sebagai bahan gurauan.

Kemudian di poin ketiga, Afi menyuarakan kekecewaannya dikarenakan sejumlah media tak menyamarkan nama-nama kedua wanita yang sempat diperiksa oleh Polda Jatim gara-gara kasus prostitusi online itu.

Terakhir, wanita berjilbab ini menuliskan kesimpulannya soal beberapa kasus yang selama ini menjerat kaum wanita. Mulai dari kasus pelecehanseksual hingga kekerasan di dalam rumah tangga yang tak pernah ada akhirnya.

Baca Juga: Wow! Sebelum Diciduk Polisi, Vanessa Angel Ternyata Sempat Unggah Foto Ini di Medsos

Tanggapan saya mengenai kasus prostitusi artis VA yang viral:

1. Ada permintaan, ada penawaran. Hukum pasar dalam bidang ekonomi pasti seperti itu. Dan VA berhasil melampaui hukum pasar tersebut, dia menciptakan pasarnya sendiri. Dia yang memegang kontrol dan otoritas atas harga, bukan konsumennya.

Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Seperti produk Apple Inc. atau tas Hermes– kita bisa belajar dari sana.

Padahal, seorang istri saja diberi uang bulanan 10 juta sudah merangkap jadi koki, tukang bersih-bersih, babysitter, dll. Lalu, yang sebenarnya murahan itu siapa? *eh

(Makanya, kalau tidak mau dihakimi jangan menghakimi).

2. Masyarakat kita mempunyai mentalitas “holier-than-thou” atau merasa diri lebih suci, lebih superior daripada manusia lain yang kebetulan terbuka aibnya. Karena itulah yang semacam ini bisa viral.

Selanjutnya “flawed society” ini akan bergosip, menghujat di akun medsos artis yang bersangkutan, dan membully karena secara tidak sadar itu memberi kepuasan psikologis berupa perasaan “aku lebih baik, lebih bermartabat”. Membuat orang lain menjadi bahan bercandaan itu enak.

3. Media memanfaatkan momen ini untuk berburu klik, view, dan pembaca dengan cara menyebutkan SECARA LENGKAP nama artis, tapi SAMA SEKALI TIDAK ADA nama laki-lakinya. Padahal, dalam transaksi ada penjual ada pembeli.

Saya turut kecewa dengan kualitas jurnalistik yang sangat memihak dan mendiskreditkan perempuan (misoginis), hanya karena cara buruk seperti itu lebih efektif untuk menjaring minat pembaca.

Shame on you! Please reveal both sides, it takes two to tango!

4. Dalam masyarakat kita, memang apa-apa salah perempuan. P*********n salah perempuan. KDRT salah perempuan. Poligami salah perempuan. Suami selingkuh salah perempuan. Hamil di luar nikah salah perempuan. Prostitusi salah perempuan.

Mengapa? Sederhana, karena masyarakat kita masih jahat terhadap perempuan.

Tidak ada kesetaraan gender, literasi sangat rendah, kaum terdidik masih sedikit. Ya begitulah karakteristik negara berkembang yang sakit kronis, penuh pejabat korup, banyak masalah SARA/HAM, kesejahteraan kurang.

Halo, sobat missqueen

– Afi Nihaya Faradisa

#AfiPsikologi,” demikian bunyi unggahan Afi selengkapnya.

Unggahan panjang Afi Nihaya Faradisa tersebut pun langsung dibanjiri berbagai respons dari pengguna media sosial. Banyak yang menilai, kalimat yang dituliskan Afi di bagian awal telah merendahkan martabat seorang istri.

Afi kemudian memberikan klarifikasi terkait unggahan sebelumnya pada Selasa (8/1), seperti berikut ini:

KLARIFIKASI

Buat yang ngamuk-ngamuk terhadap status tanggapan saya soal VA:

Jika Anda merasa saya merendahkan istri, Anda salah. Itu cuma persepsi Anda terhadap tulisan saya. Dan namanya persepsi, bebas-bebas aja. Setiap orang pasti nangkapnya berbeda. Dan saya tidak bisa memaksa

Yang bisa saya katakan adalah saya sama sekali TIDAK menulis “istri lebih murahan/rendahan dari P*K”. Anda hanya menyimpulkan dengan salah. Sangat salah.

Dan saya sama seksli tidak bermaksud merendahkan/membandingkan istri dengan P*K. Bagaimana bisa Ferguso, saya sendiri kan seorang perempuan. Saya punya mama. Dan saya akan jadi seorang istri, mama, dan melahirkan calon mama di masa depan. Apakah masuk akal kalau saya merendahkan mereka????? Jawab dong.

Tulisan saya bertujuan untuk menyinggung siapapun yang semata-mata menyalahkan/menghakimi VA. Dan ITU SUDAH SAYA TULIS DENGAN JELAS DAN EKSPLISIT BANGET DI NOMOR 1.

Gitu maksudnya. Jadi, yang murahan adalah mereka-mereka yang menghakimi VA, sekaligus main asal menuding kalau kesalahan murni semua dari VA. Padahal ada andil si laki-lakinya juga. Yang diblow up di media dengan sangat gencar juga cuma si perempuannya. Saya jengah. Gitu lho maksud saya.

Anda mispersepsi.

Kalau Anda TIDAK MERASA menghakimi VA, ya udah, berarti BUKAN ANDA yang saya maksud. Objektif yuk.

Kalau Anda merasa tersinggung, ya sudah, berarti Anda memang kaum “holier-than-thou” yang kemarin saya tulis, terlepas Anda itu perempuan, istri, ibu, laki-laki, atau alien sekalipun.

Memang susah ya mengedukasi masyarakat di negara yang tingkat literasinya nomor 2 dari bawah menurut PISA.

Susah, tapi saya tidak menyerah.

Terima kasih untuk semua yang mendukung saya memperjuangkan kesetaraan,” tulisnya.