Wanita di Palangkaraya Ini Berbobot 350 Kg karena Sering Minum Air Es, Kisahnya Viral


SURATKABAR.ID – Seorang ibu rumah tangga bernama Titi Wati (37) yang tinggal di Jalan Giobos 25 Gang Bima, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Palangkaraya, Kalimantan Tengah hanya bisa terdiam di kamar tidur. Hal ini dikarenakan berat badannya yang berbobot 350 kg. Sebagai akibatnya, Titi jadi tak bisa beraktivitas normal lantaran obesitas/ kelebihan berat badan yang dialaminya.

Mengutip iNews.id, Selasa (08/01/2019), bobot tubuh ibu satu anak ini mencapai 350 kg atau 3,5 kuintal. Jangankan untuk berdiri, berbaring pun Titi harus dibantu orang lain. Itulah sebabnya Titi mesti dibantu oleh anak perempuan satu-satunya dan juga suaminya jika ingin makan dan juga mandi.

Menurut Titi, kondisi yang dialaminya ini sudah berlangsung sejak tahun 2013. Sejak enam tahun lalu, kondisi ini ia alami akibat sering ngemil dan minum air es. Sejak itulah berat badannya naik dari semula 60 kg menjadi 160 kg. Kemudian terus naik hingga sekarang sekitar 350 kg.

Dan kini, ia hanya bisa menghabiskan waktunya sehari-hari di rumah kontrakannya. Titi kerap menonton TV dan berkaraoke. Pengakuannya, karaoke atau menyanyi merupakan hobinya sejak lama. Di waktu lainnya, Titi hanya bisa tengkurap di kamarnya. Pasalnya, saat berbaring dirinya justru merasa sesak. Demikian melansir Belitung.TribunNews.com.

Untuk segala kebutuhannya, Titi selalu dibantu oleh sang anak, Herlina yang kini berusia 19 tahun. Sedangkan Edi suaminya pergi mencari nafkah untuk keluarga. Keterbatasan biaya akibat ekonomi yang pas-pasan membuat Titi tak bisa berobat ke rumah sakit.

Baca juga: Drastis! Sempat Hebohkan Dunia karena Ukuran Tubuhnya, Kini Bocah Obesitas Arya Permana Berubah

“Kepengin sih sehat kayak dulu lagi, bisa maen sama keluarga. Sekarang saya harus dibantu anak dan suami,” imbuh Titi saat ditemui awak media, Senin (07/01/2019).

Harapan Titi, ada uluran tangan dari pemerintah daerah atau dermawan untuk membantunya berobat ke rumah sakit karena ia pun ingin bisa mengembalikan tubuhnya yang dulu langsing. Terlebih ia juga ingin kembali sehat normal agar dapat beraktivitas seperti sedia kala.

“Harapan saya ada bantuan dari pemerintah agar saya bisa berobat ke rumah sakit,” kata Titi.

View this post on Instagram

Seorang Ibu rumah tangga di palangkaraya memiliki berat badan sekitar 300 kg. Enam tahun atau tujuh tahun berjalan Titi Wati (37) terbaring di rumah kontrakannya di Jalan G Obos XXV, Gang Bima atau gang pertama sebelah kiri atau pojok dari Jalan Bima III samping penjual sayur. Selama kurun waktu itu, menonton TV dan berkaraoke menjadi hiburan baginya. Ia selalu ditemani anak tunggalnya, Herlina (19). Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa penat. Apalagi tubuhnya tidak mampu menahan berat badan tersebut. Hanya terbaring dan diurus oleh sang anak. Sedangkan suaminya, Edi (52) mencari nafkah. "Sehari-hari cuma berbaring. Nonton TV dan berkaraoke. Hobi saya juga karaokean," ucap Sintiya, Minggu (6/1/2019). Ia menambahkan, selama mengalami berat badan tersebut, dulu tidak ada petugas kesehatan yang datang. Tapi belum lama ini pihak puskesmas datang mengecek kondisi kesehatannya. Sementara itu, Nopi Indra, keponakan Sintiya berharap ada perhatian dari pemerintah. "Apa yang bagusnya saja buat ibu. Selama ini memang ada yang mengajak ke rumah sakit, tapi ibu ragu. Karena di sini juga ada kai (kakek)," ucapnya. Titi Wati, perempuan berusia (37 tahun ini tidak bisa lagi beraktivitas seperti dulu kala. Berat badannya yang mencapai 300 kilogram lebih itu membuatnya terbaring dalam satu ruangan. Duduk pun susah, apalagi berdiri. Bahkan saat terbaring, posisi yang enak hanya tengkurap. Jika dalam posisi terlentang, dada istri Edi (52) itu terasa sesak. Makan, minum, mandi dan lain sebagainya disiapkan oleh anak gadis mereka, Herlina (19). Itu lah keseharian perempuan yang tinggal di sebuah rumah kontrakan, Jalan G Obos XXV, Gang Bima atau gang pertama sebelah kiri atau pojok dari Jalan Bima III samping warung sayur. Warga setempat kini mengenalnya dengan ibu gendut. “Hari-hari sudah seperti ini. Cuma bisa berbaring. Sekarang sudah tidak pernah nimbang badan. Terakhir menimbang pada 2013 dengan berat badan 167 kilogram. Mungkin sekarang 300 lebih,” ucap Titi kepada wartawan, Minggu (6/1/2018) petang. “Aktivitas tidak ada. Cuma berbaring disini. Semuanya juga disini. Anak yang ngurus,” imbuhnya. Perempuan yang biasa disapa Sintiya itu mengaku ingin kembali spt dulu

A post shared by NDOROBEII ?? (@ndorobeii) on

Atas anjuran dari para tetangganya, Titi Wati kini berhenti mengonsumsi camilan atau makanan ringan. Terutamanya, Titi juga menghindari mengonsumsi air es. Hal tersebut dilakukan setidaknya untuk memperlambat kenaikan berat badannya.

Hingga kemudian beberapa waktu lalu, pihak puskesmas setempat mendatangi kediaman Titi. Pihak puskesmas memeriksa bagaimana kondisi kesehatannya saat ini.

Melihat berita dan postingan soal Titi ini, para netizen pun banyak mendoakan warga Kalteng ini agar bisa segera sembuh. Netizen berharap Titi bisa kembali mempunyai berat badan normal layaknya Arya, kisah anak yang dulu viral, juga karena terkena obesitas.